IMG-20260919-WA0230

PALANGKA RAYA — Di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih berlangsung, perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tidak hanya diarahkan pada titik api, tetapi juga kepada personel yang berada langsung di lapangan.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menegaskan keselamatan dan kesehatan relawan menjadi hal yang harus diperhatikan selama menjalankan tugas pemadaman. Hal itu disampaikannya saat menyerahkan bantuan pangan kepada 324 relawan penanganan karhutla di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Sabtu (19/9/2026).

“Keselamatan harus nomor satu, kesehatan nomor satu. Kami ingin memastikan yang bekerja di lapangan tetap sehat dan terlindungi,” kata Agustiar.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan pangan yang diberikan berupa beras lima kilogram, minyak goreng dua liter, dan gula satu kilogram. Bantuan tersebut baru disalurkan kepada sebagian relawan dan selanjutnya ditujukan bagi seluruh relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Selain kebutuhan pangan, Pemprov Kalteng juga mengupayakan jaminan sosial berupa asuransi bagi pekerja yang terlibat dalam penanganan karhutla. Pemerintah juga telah mengurus jaminan sosial bagi personel yang menjalankan tugas di lapangan.

Agustiar meminta kebutuhan perlengkapan keselamatan turut menjadi perhatian, khususnya bagi personel yang berada di garis depan pemadaman. Menurutnya, perlindungan bagi petugas perlu disesuaikan dengan risiko dan kondisi pekerjaan yang mereka hadapi.

“Terima kasih atas dedikasi, perhatian dan kebersamaan dalam pemadaman. Terima kasih telah menjaga keselamatan masyarakat dan kesehatan Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Penekanan tersebut menempatkan keselamatan personel sebagai bagian dari penanganan karhutla, selain upaya pemadaman dan pengendalian dampak kebakaran terhadap masyarakat maupun lingkungan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *