Pemuda Kalteng Didorong Berakar pada Budaya dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober menjadi momentum bagi generasi muda di Kalimantan Tengah untuk melihat kembali peran mereka di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya, Leonard S. Ampung, menyampaikan bahwa pemuda Kalteng memiliki tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan menjaga identitas budaya, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial.

Menurut Leonard, perkembangan digital membuka ruang yang semakin luas bagi generasi muda untuk berkreasi dan menghasilkan berbagai gagasan. Karena itu, pemuda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya dalam menciptakan solusi dan peluang baru.

“Pemuda Kalteng harus tetap berakar pada budaya, tetapi mampu menguasai perkembangan zaman. Nilai-nilai Huma Betang dapat menjadi bagian dari karakter yang dibawa generasi muda ketika menghadapi dunia yang semakin terbuka,” ujar Leonard.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarpemuda. Menurutnya, keberagaman latar belakang seharusnya menjadi ruang untuk membangun jejaring dan memperkuat kerja bersama dalam berbagai bidang.

Leonard menilai perkembangan teknologi telah membuat batas ruang semakin terbuka. Kondisi tersebut memungkinkan pemuda dari Kalimantan Tengah untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus berkompetisi di tingkat yang lebih luas.

“Jangan hanya menjadi penonton. Kuasai teknologi, ciptakan inovasi, dan bangun kolaborasi. Kaki tetap berpijak di tanah adat, tetapi pandangan harus mampu menjangkau panggung global,” katanya.

Dalam konteks Hari Sumpah Pemuda 2026, Leonard berharap semangat persatuan yang lahir dari Sumpah Pemuda tetap relevan dengan kondisi generasi saat ini, termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tantangan masa depan.

Ia pun menyampaikan ucapan Selamat Hari Sumpah Pemuda kepada seluruh pemuda dan pemudi di Kota Palangka Raya dan Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *