PALANGKA RAYA – Upaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali mendapat dukungan dari TNI. Lima pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dikerahkan dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada Minggu (25/10/2026), di tengah ancaman karhutla dan kabut asap yang masih dirasakan masyarakat.
Hujan deras kemudian mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan pada Minggu hingga Senin (25–26/10/2026). Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi upaya pembasahan lahan dan penanganan wilayah yang rawan terbakar.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Andina Thresia Narang, mengapresiasi keterlibatan TNI AU dalam operasi tersebut. Menurutnya, pengerahan kekuatan udara menjadi salah satu langkah penting ketika kondisi di lapangan membutuhkan penanganan cepat.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, khususnya TNI Angkatan Udara, atas gerak cepat dan dedikasi dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Ketika masyarakat menghadapi ancaman asap dan kualitas udara yang memburuk, kehadiran negara melalui langkah konkret seperti operasi modifikasi cuaca sangat dibutuhkan,” ujar Andina.
Ia menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan satu lembaga. Kondisi di lapangan membutuhkan koordinasi antara TNI, Polri, pemerintah pusat dan daerah, BNPB, BMKG, BPBD, relawan hingga masyarakat.
Andina juga memberikan apresiasi kepada Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, bersama jajarannya yang dinilai terus terlibat dalam penanganan karhutla di berbagai wilayah Kalteng.
Menurutnya, keberadaan personel di lapangan, pemantauan kondisi wilayah serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan berjalan sesuai kebutuhan.
“Saya mengapresiasi dedikasi Pangdam XXII/Tambun Bungai beserta seluruh jajaran TNI yang terus bekerja di lapangan untuk membantu masyarakat dan memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah,” katanya.
Bagi Andina, karhutla tidak berhenti sebagai persoalan lingkungan. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas hingga menurunnya kualitas udara.
Karena itu, ia berharap hujan yang turun setelah pelaksanaan OMC dapat membantu membasahi kawasan rawan karhutla sekaligus memberi ruang bagi petugas untuk memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan.
Namun, ia mengingatkan agar turunnya hujan tidak membuat kewaspadaan menurun. Pencegahan kebakaran kembali tetap diperlukan, terutama di kawasan gambut dan wilayah yang memiliki potensi munculnya titik api.
“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Ada masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah kabut asap, anak-anak yang membutuhkan lingkungan sehat, serta kelompok rentan yang harus mendapatkan perlindungan lebih,” tegasnya.
Andina berharap sinergi antarinstansi terus berjalan, bukan hanya ketika jumlah titik api meningkat, tetapi juga dalam tahap pencegahan dan pemulihan.
“Terima kasih kepada seluruh personel TNI, petugas lapangan, relawan, dan semua pihak yang terus bekerja untuk Kalimantan Tengah. Kita berharap ikhtiar ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat, membantu memulihkan kualitas udara, serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak,” pungkasnya.