Pasar Pelita Hilir Dibongkar, PUPR Mura Kejar Penyelesaian Sebelum Akhir Tahun

PURUK CAHU – Aktivitas perdagangan di Pasar Pelita Hilir Puruk Cahu mulai berubah sejak pembongkaran bangunan pasar dilakukan pada pekan kedua Oktober 2026. Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan proses perbaikan tersebut selesai sebelum penghujung tahun.

Kepala Dinas PUPR Murung Raya, Paulus Manginte, mengatakan pekerjaan memang memiliki batas kontrak hingga Desember 2026. Namun, pihaknya berharap proyek tersebut dapat dirampungkan lebih cepat agar aktivitas pedagang tidak terlalu lama terganggu.

“Kalau kontrak berjalan hingga bulan Desember 2026. Tapi tentu kita harapkan tidak sampai Desember. Supaya kegiatan perdagangan di lokasi pekerjaan tersebut tidak terganggu berlarut-larut,” kata Paulus saat ditemui setelah berkoordinasi dengan Sekda Murung Raya Lynda Kristiane di Kantor Bupati Mura, Selasa (20/10/2026).

Menurut Paulus, sejauh ini pekerjaan pembongkaran belum menghadapi kendala berarti. Hal itu tidak terlepas dari koordinasi yang dilakukan sejak awal antara pemerintah, pihak kontraktor, warga dan para pedagang di sekitar kawasan pasar.

PUPR juga mengatur waktu kerja kontraktor agar tidak terlalu mengganggu aktivitas perdagangan. Pekerjaan dilakukan mulai sekitar pukul 12.00 WIB hingga malam hari, setelah kesibukan pasar pada pagi hari mulai berkurang.

Selain aktivitas pembongkaran, pemerintah juga mengantisipasi persoalan lalu lintas selama material bangunan diangkut keluar dari kawasan pasar.

Tiga pos penjagaan disiapkan untuk mengatur jalur pengangkutan dengan sistem buka-tutup. Langkah ini dilakukan agar proses pemindahan material tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan yang lebih besar bagi aktivitas masyarakat sekitar.

Paulus menyebut dukungan pedagang dan warga menjadi salah satu faktor penting agar pekerjaan dapat berjalan sesuai rencana.

“Kita berharap dukungan ini dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan tersebut sehingga kegiatan perdagangan dapat segera normal kembali secepatnya,” ujarnya.

Kini, pekerjaan tersebut menjadi salah satu perhatian PUPR Murung Raya. Targetnya bukan hanya menyelesaikan proyek sesuai kontrak, tetapi juga mengembalikan aktivitas perdagangan di Pasar Pelita Hilir agar tidak terlalu lama berada dalam kondisi terganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *