WhatsApp Image 2026-03-09 at 20.29.22

PALANGKA RAYA – Progres pendaftaran atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 masih tergolong rendah. Hingga Senin (9/3), sistem pendaftaran daring SEGA Porprov mencatat baru 895 atlet yang terdaftar atau sekitar 20 persen dari target ribuan atlet yang diperkirakan akan berpartisipasi pada ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi sistem SEGA Porprov Kalteng yang dihadiri jajaran pengurus inti KONI Kalimantan Tengah pada Senin (9/3). Meski pendaftaran tahap pertama telah dibuka sejak awal Februari, jumlah atlet yang masuk ke sistem belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Dari total 13 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, tercatat enam daerah yang hingga saat ini belum mendaftarkan satu pun atlet. Keenam daerah tersebut yakni Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Katingan.

Ketua Bidang Sekretariat KONI Kalteng, Wilson U Maseh, meminta KONI kabupaten/kota segera mempercepat proses pendaftaran melalui sistem daring SEGA sebelum batas waktu tahap pertama yang dijadwalkan berakhir pada April mendatang.

Dalam rapat tersebut juga muncul persoalan lain terkait legalitas organisasi cabang olahraga. Empat pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga dilaporkan memiliki masa kepengurusan yang telah berakhir, yakni Dayung, Balap Sepeda, Drum Band, dan Dance Sport.

Ketua Bidang Organisasi KONI Kalteng, Mery Anita, menyebut kondisi tersebut berpotensi memengaruhi keikutsertaan cabang olahraga dalam Porprov apabila legalitas kepengurusan belum diperbarui.

“Masalahnya ada pada legalitas. Jika kepengurusan sudah kedaluwarsa, maka mereka berpotensi tidak bisa mengikuti Porprov,” ujarnya yang diamini anggota bidang organisasi Saptaryo Kunindar dan Dino.

Untuk cabang olahraga Dayung, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang medali bagi Kalimantan Tengah, KONI Kalteng berencana membentuk panitia kecil guna membahas langkah lanjutan, termasuk rencana pertemuan dengan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, guna membicarakan figur ketua baru. Penyelesaian persoalan internal cabor tersebut ditargetkan rampung setelah Lebaran hingga ke tingkat pengurus pusat.

Sementara itu, tiga cabang olahraga lainnya yakni Dance Sport, Balap Sepeda, dan Drum Band dijadwalkan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk memilih kepengurusan baru setelah Idulfitri.

Di sisi lain, faktor anggaran juga disebut menjadi salah satu kendala dalam proses pendaftaran atlet di daerah. Anggota Bidang Hukum KONI Kalteng, Budiantoro, menyampaikan bahwa sejumlah daerah masih menghadapi keterbatasan pembiayaan operasional.

Menurutnya, beberapa cabang olahraga yang melibatkan banyak personel, seperti sepak bola putri, membutuhkan anggaran yang cukup besar sehingga masih memerlukan pembahasan lebih lanjut antara asosiasi cabang olahraga dan KONI kabupaten terkait dukungan pembiayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *