IMG-20260322-WA0017

Palangka Raya – Rintik hujan yang turun perlahan di langit  tak menyurutkan langkah masyarakat yang memadati kawasan , Jumat (20/3/2026) malam. Di tengah udara yang sejuk dan basah, gema takbir, tahmid, dan tahlil bergema, menyatu dengan cahaya lampu kendaraan hias yang berkelap-kelip, menandai datangnya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Malam itu bukan sekadar pawai. Ia menjadi ruang perayaan spiritual sekaligus kebersamaan, ketika Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Pawai Takbiran yang meriah namun tetap khidmat.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam suasana yang hangat meski diguyur gerimis, ia menyampaikan bahwa lantunan takbir adalah simbol kemenangan umat Muslim setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

“Ini bukan hanya perayaan, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai keimanan dan kebersamaan,” tersirat dalam pesan yang disampaikan kepada ribuan peserta dan masyarakat yang hadir.

Di hadapan peserta pawai, Gubernur menitipkan tiga pesan utama. Pertama, menjaga kesantunan selama pawai sebagai bentuk syiar Islam yang beradab. Kedua, mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan lalu lintas dan arahan petugas. Ketiga, menjaga kebersihan lingkungan sebagai cerminan iman.

Pesan-pesan tersebut terasa relevan, terutama di tengah keragaman masyarakat Kalimantan Tengah yang hidup dalam semangat falsafah Huma Betang nilai kebersamaan dan toleransi yang telah lama mengakar.

Sorak takbir semakin membahana saat pelepasan peserta dimulai. Dengan pengibaran bendera start, Gubernur Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur  serta unsur Forkopimda, secara resmi melepas iring-iringan pawai yang bergerak perlahan menyusuri jalan kota.

Lampu warna-warni menghiasi kendaraan peserta. Ada yang menampilkan miniatur masjid, kaligrafi, hingga ornamen islami yang kreatif. Di balik setiap hiasan, tersimpan semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat.

Tak hanya masyarakat umum, berbagai instansi turut ambil bagian. Salah satunya Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah. Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, Agustan Saining, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus upaya mempererat silaturahmi antarinstansi dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya meriah, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan nilai-nilai spiritual,” ujarnya di sela kegiatan.

Malam kian larut, namun semangat tak surut. Hujan yang turun justru menambah kesan syahdu, seolah menjadi latar alami bagi lantunan takbir yang menggema di seluruh penjuru kota.

Pawai takbiran ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga refleksi identitas masyarakat Palangka Raya religius, rukun, dan penuh semangat kebersamaan. Di bawah rintik hujan, cahaya lampu dan gema takbir menjadi simbol harapan baru, menyambut hari kemenangan dengan hati yang bersih.

Di penghujung sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan ucapan yang menggema hangat di tengah malam yang basah, “Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

Dan malam itu, Palangka Raya benar-benar hidup dalam cahaya, doa, dan kebersamaan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *