Palangka Raya – Mesin pendaftaran Porprov Kalteng 2026 sudah berjalan, tapi belum semua daerah ikut “tancap gas”. Sampai Minggu (22/3/26) sore, sistem mencatat 2.490 atlet dari berbagai cabang olahraga sudah masuk—angka yang baru menyentuh kisaran 40 persen dari target keseluruhan.
Di tengah progres itu, ada catatan mencolok: tiga kabupaten masih belum menyetor satu nama pun ke sistem. Murung Raya, Barito Selatan, dan Kotawaringin Timur seolah belum menekan tombol start, sementara daerah lain sudah mulai memanaskan persaingan.
Tim IT dan panitia pelaksana pun tak tinggal diam. Sosialisasi terus digencarkan, baik ke KONI kabupaten/kota maupun ke pengurus cabang olahraga. Harapannya jelas—setelah jeda Lebaran, ritme pendaftaran meningkat dan data atlet mulai mengalir lebih deras.
“Update sampai saat ini sudah ada masuk 2.490 atlet, atau sekitar 40 persen lebih. Masih ada tiga kabupaten yang sama sekali belum mendaftarkan atletnya. Kami terus melakukan sosialisasi dan mengingatkan,” ujar Wilson U Maseh.
Wilson mengakui progres saat ini belum ideal, namun tetap optimistis. “Kami berharap setelah libur Lebaran, semua KONI daerah bergerak dan lebih banyak atlet yang didaftarkan pada tahap pertama ini,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi terus dilakukan hingga ke tingkat cabang olahraga. “Kami mendorong Pengprov untuk aktif meneruskan ke Pengkab dan Pengkot agar pembinaan berjalan, sekaligus memastikan atlet terbaik didaftarkan,” tegasnya.
Di sisi lain, tuan rumah Porprov 2026, Kabupaten Kotawaringin Barat, justru sudah bergerak lebih awal. Seleksi, latihan, hingga training center berjalan bertahap. Persiapan venue pun terus dipantau sejak mulai diperbaiki dan dibangun pada 2025.
Dengan waktu yang terus berjalan, pendaftaran ini bukan sekadar administrasi—melainkan cermin kesiapan daerah. “Ini bukan hanya soal angka pendaftaran, tapi juga kesiapan menghadapi Porprov. Daerah yang lambat harus segera mengejar,” tutup Wilson.(Red)