WhatsApp Image 2026-04-02 at 18.03.06


Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali melakukan “penyegaran mesin” organisasinya. Di tengah derasnya perubahan sektor jasa keuangan yang kian kompleks, lembaga pengawas ini melantik sejumlah pejabat strategis sebagai bagian dari langkah adaptif menghadapi tantangan zaman.

Pelantikan yang dipimpin langsung Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, di Jakarta pada Rabu (1/4/2026), bukan sekadar seremoni rotasi jabatan. Ini adalah sinyal bahwa OJK tengah memperkuat fondasi internalnya—dari pusat hingga daerah.

Sejumlah nama baru pun mengisi posisi penting, di antaranya Ridwan sebagai Kepala Departemen Perizinan dan Profesi Pelaku, Haramain Billady sebagai Kepala OJK Provinsi Maluku, Mohammad Mufid sebagai Kepala OJK Solo, Dinavia Tri Riandari sebagai Kepala OJK Purwokerto, serta Aris Budiman sebagai Kepala OJK Jember.

Langkah ini diambil di tengah lanskap sektor keuangan yang berubah cepat—mulai dari disrupsi teknologi, tuntutan transparansi yang makin tinggi, hingga ekspektasi publik terhadap layanan yang lebih responsif dan akuntabel.

OJK tampaknya sadar, tantangan ke depan tak bisa dihadapi dengan cara lama. Penguatan struktur organisasi menjadi kunci agar fungsi pengaturan dan pengawasan tetap relevan dan tajam.

Dengan pengisian posisi strategis ini, OJK berharap ritme kerja lembaga tetap terjaga, sekaligus mampu bergerak lebih gesit dalam merespons dinamika industri keuangan nasional.

Lebih dari itu, para pejabat yang baru dilantik diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang sehat, stabil, inklusif, dan berintegritas.

Di tengah ketidakpastian global, langkah OJK ini bisa dibaca sebagai upaya mempertegas satu hal: regulator tak boleh statis, ketika dunia yang diawasi terus bergerak dinamis.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *