PALANGKA RAYA – Penutupan Festival Budaya Isen Mulang melalui kegiatan Huma Betang Night yang digelar di Kota Palangka Raya pada Sabtu malam (23/5/2026) menjadi perhatian publik setelah muncul polemik terkait pernyataan Master of Ceremony (MC) acara, Saipin, yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Peristiwa tersebut bermula saat Saipin memandu jalannya acara penutupan festival budaya tahunan Kalimantan Tengah. Dalam momen itu, muncul percakapan terkait kondisi ruas jalan Palangka Raya–Muara Teweh yang kemudian memicu respons dari sebagian penonton. Potongan video kejadian tersebut selanjutnya tersebar di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.
Sebagian masyarakat menilai ucapan tersebut kurang tepat disampaikan di forum publik, terutama karena persoalan infrastruktur jalan masih menjadi perhatian di sejumlah daerah di Kalimantan Tengah. Sementara sebagian lainnya menilai peristiwa itu terjadi karena kesalahpahaman dalam komunikasi saat acara berlangsung.
Menanggapi polemik yang berkembang, Saipin pada Minggu (24/5/2026) menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat Kalimantan Tengah. Ia menegaskan tidak memiliki maksud untuk menyinggung pihak tertentu melalui pernyataannya saat memandu acara.
“Saat itu saya hanya ingin mengetahui bagian jalan yang dimaksud, karena menurut pemahaman saya tidak semua ruas jalan Palangka Raya–Muara Teweh dalam kondisi rusak,” ujar Saipin dalam pernyataan tertulisnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila ucapannya dinilai kurang tepat dan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
“Apabila perkataan saya dinilai kurang tepat dan telah melukai perasaan masyarakat Kalimantan Tengah, dengan tulus saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” lanjutnya.
Hingga saat ini, polemik tersebut masih menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Meski demikian, rangkaian Festival Budaya Isen Mulang dan Huma Betang Night secara umum berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara hingga penutupan.(Red)