PALANGKA RAYA – Sejumlah catatan kritis mengemuka dalam audiensi antara Bank Kalteng dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalimantan Tengah bersama elemen aktivis, Senin (6/4/2026). Forum tersebut tak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga wadah penyampaian berbagai kekhawatiran terkait tata kelola dan keamanan sistem perbankan daerah.
Ketua SEMMI Kalteng, Afan Safrian, mengungkapkan bahwa pihaknya menyoroti sejumlah aspek krusial. Mulai dari penguatan keamanan teknologi informasi, efektivitas pengawasan internal, hingga transparansi dalam penanganan kasus yang berkaitan dengan perlindungan dana nasabah.
“Hal-hal ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, manajemen Bank Kalteng mengakui seluruh masukan yang disampaikan menjadi bagian dari evaluasi internal yang sedang berjalan. Sejumlah poin yang disorot disebut telah masuk dalam agenda pembenahan.
Meski demikian, isu keamanan dana nasabah menjadi titik tekan utama dalam diskusi. Pihak bank menegaskan bahwa simpanan masyarakat tetap dalam kondisi aman, di tengah proses penguatan sistem yang dilakukan.
Audiensi tersebut juga mencerminkan meningkatnya peran kontrol sosial dari kelompok masyarakat sipil terhadap lembaga keuangan daerah. Di sisi lain, Bank Kalteng melihat forum ini sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan dengan publik sekaligus memperbaiki kualitas layanan.
Ke depan, tantangan bagi Bank Kalteng tidak hanya pada peningkatan sistem keamanan, tetapi juga bagaimana memastikan transparansi dan akuntabilitas berjalan seiring dengan upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat.(Red)