Palangka Raya – Di balik suasana hangat dan saling berjabat tangan, Halal Bi Halal di lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah tidak berhenti pada tradisi tahunan. Ada ruang yang terbuka tempat sekat-sekat formal mencair, percakapan menjadi lebih jujur, dan hubungan kerja menemukan kembali nadinya.
Momen ini menjadi semacam jeda yang bermakna. Bukan hanya untuk saling memaafkan, tetapi juga untuk membaca ulang arah bersama. Di tengah dinamika tugas pengawasan yang kerap menuntut ketelitian dan ketegasan, kebersamaan justru menjadi energi yang sering terlupakan.
Plt. Inspektur Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Sulistiono, melihat semangat ini sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar simbolik. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam suasana seperti ini bisa menjadi fondasi kuat untuk menjaga ritme kerja tetap selaras tidak hanya cepat, tetapi juga tepat.
“Halal Bi Halal ini bukan sekadar seremoni, tetapi ruang untuk memperkuat kepercayaan dan menyatukan langkah. Dari sini kita bangun kembali semangat kerja yang jujur, terbuka, dan saling menguatkan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa integritas tidak lahir dari aturan semata, melainkan dari kesadaran kolektif yang terus dipupuk.

“Ketika kebersamaan terjaga, maka komitmen akan tumbuh dengan sendirinya. Itulah yang menjadi kunci dalam menjaga kualitas tata kelola pemerintahan agar tetap bersih, transparan, dan akuntabel,” tambahnya.
Ada harapan yang mengalir sederhana namun dalam: agar setiap individu di dalamnya tetap memegang komitmen, tidak hanya pada aturan, tetapi juga pada nilai. Karena pada akhirnya, kualitas tata kelola tidak hanya ditentukan oleh sistem, melainkan oleh orang-orang yang menjaganya tetap hidup.(red)