WhatsApp Image 2026-04-10 at 14.28.35

Palangka Raya — Halaman Rektorat Universitas Palangka Raya pagi itu tak sekadar menjadi ruang seremonial. Ia berubah menjadi ruang kenangan tempat duka, hormat, dan rasa kehilangan menyatu dalam satu suasana yang hening namun bermakna.

Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar prosesi pelepasan dan penghormatan terakhir bagi almarhum Drs. Napa J. Awat, S.U., Rektor UPR periode 2001–2005. Sosok yang pernah menahkodai kampus ini kini dilepas dengan penuh penghormatan oleh mereka yang pernah berjalan bersamanya dalam membangun institusi.

Upacara berlangsung khidmat. Barisan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga para purna tugas berdiri dalam satu barisan rasa: kehilangan seorang pemimpin, sekaligus guru kehidupan. Doa-doa mengalun pelan, mengiringi perjalanan terakhir seorang tokoh yang jejak pengabdiannya masih terasa hingga hari ini.

Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, dalam sambutannya tak sekadar menyampaikan duka, tetapi juga membuka kembali lembar-lembar kontribusi almarhum.

“Beliau bukan hanya pemimpin, tetapi peletak arah. Banyak fondasi penting UPR hari ini lahir dari gagasan dan kerja keras beliau,” ungkapnya.

Menurutnya, masa kepemimpinan Napa J. Awat bukan hanya tentang menjalankan roda organisasi, tetapi tentang membangun arah, memperkuat identitas, dan menanamkan semangat kemajuan bagi perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

Suasana semakin haru ketika perwakilan keluarga menyampaikan ucapan terima kasih. Di balik kalimat yang sederhana, tersimpan rasa bangga sekaligus kehilangan.

“Kami melihat hari ini bukan hanya sebagai perpisahan, tetapi sebagai bukti bahwa almarhum meninggalkan jejak yang begitu berarti,” ujar perwakilan keluarga.

Prosesi pelepasan jenazah menjadi momen paling sunyi sekaligus paling dalam. Langkah-langkah perlahan, tatapan yang tertunduk, dan penghormatan terakhir dari seluruh peserta menjadi simbol bahwa sosok Napa J. Awat tidak benar-benar pergi—ia tinggal dalam nilai, dalam ingatan, dan dalam perjalanan panjang UPR ke depan.

UPR hari ini mungkin terus bergerak maju, tetapi sebagian pijakannya tetap berdiri di atas dedikasi seorang pemimpin yang telah lebih dulu menanamkan arah.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *