IMG-20260508-WA0234

Palangkaraya — Gerakan Pemuda Untuk Rakyat (GAPURA) menyoroti kondisi antrean panjang dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangkaraya. Situasi tersebut dinilai mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi memicu keresahan sosial apabila tidak segera ditangani secara serius.

Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan terjadi di berbagai SPBU di Palangkaraya. Sejumlah laporan media juga menyebutkan bahwa kondisi ini dipicu oleh meningkatnya konsumsi masyarakat, distribusi yang belum optimal, hingga dugaan adanya aktivitas pelangsiran BBM.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan sendiri menyatakan bahwa stok BBM di Kalimantan Tengah masih tersedia dan penyaluran terus dioptimalkan, termasuk dengan tambahan suplai hingga 200 kiloliter per hari serta dukungan distribusi dari Kalimantan Selatan.

Namun demikian, GAPURA menilai kondisi antrean panjang yang terus terjadi menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap sistem distribusi dan pengawasan di lapangan agar masyarakat tidak terus menjadi korban ketidakpastian.

Ketua GAPURA, Aris, menyampaikan bahwa pemerintah daerah dan Pertamina harus segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM berjalan normal dan merata.

“Kelangkaan maupun antrean panjang BBM ini sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pekerja, mahasiswa, hingga pelaku usaha kecil. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena lemahnya pengawasan distribusi di lapangan,” ujar Aris.

Ia juga meminta aparat terkait menindak tegas apabila ditemukan adanya dugaan penimbunan maupun pelangsiran yang memperparah situasi.

Selain itu, GAPURA mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, sembari berharap adanya keterbukaan informasi dari pihak terkait mengenai kondisi riil distribusi BBM di Kalimantan Tengah.

“Persoalan BBM ini bukan hanya soal antrean, tetapi menyangkut kebutuhan vital masyarakat. Kami berharap ada solusi nyata dan langkah cepat agar kondisi segera normal kembali,” tutup Aris.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *