Palangka Raya – Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah, anggota DPD RI Komite IV Dapil Kalteng, H Siti Aseanti, menyampaikan harapan sekaligus pesan penting agar pembangunan di Bumi Tambun Bungai tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke desa-desa terpencil.
Menurutnya, usia ke-69 menjadi titik penting bagi Kalimantan Tengah untuk melihat kembali arah pembangunan daerah. Ia menilai berbagai kemajuan sudah mulai terlihat, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat. Namun di balik kemajuan tersebut, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian bersama, terutama terkait pemerataan pembangunan.
“HUT Kalteng jangan hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Ini momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen bersama agar pembangunan semakin merata dan menyentuh masyarakat hingga pelosok,” ujarnya melalui aplikasi pesan singkat, jumat 22/5/26.
Ia menekankan bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti akses jalan, jembatan, listrik, jaringan internet, pendidikan, dan layanan kesehatan harus menjadi prioritas utama pemerintah ke depan. Menurutnya, kesenjangan antara wilayah kota dan desa masih menjadi tantangan nyata yang harus segera diatasi.
Selain pembangunan fisik, Siti Aseanti juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan. Ia berharap sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, dan koperasi terus mendapatkan perhatian serius agar masyarakat lokal mampu bersaing dan menikmati dampak langsung dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pesannya, ia juga memberi perhatian khusus kepada generasi muda Kalimantan Tengah. Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi harus tampil sebagai motor penggerak perubahan di era digital saat ini.
“Anak muda harus berani bermimpi besar, meningkatkan kapasitas diri, menguasai teknologi, tapi tetap menjaga budaya dan semangat kebersamaan,” katanya.
Ia berharap generasi muda Kalteng tumbuh menjadi generasi yang kritis, adaptif, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjaga lingkungan dan kekayaan alam daerah di tengah derasnya perkembangan zaman.
Menutup pernyataannya, Siti Aseanti optimistis Kalimantan Tengah mampu menjadi daerah yang semakin maju, inklusif, dan sejahtera apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga kolaborasi dan semangat “Belom Bahadat” sebagai identitas daerah.(Red)