PALANGKA RAYA-Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining menyebut aktivitas pembukaan lahan dan permohonan pemanfaatan kayu hutan di Kalimantan Tengah dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
Menurut Agustan, kondisi tersebut dapat terlihat dari semakin berkurangnya permohonan izin pemanfaatan kayu yang masuk dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Dulu permohonan bisa mencapai ratusan. Sekarang jumlahnya sudah sangat sedikit dan bisa dihitung dengan jari,”ucapanya.
Sebagian besar aktivitas yang masih berjalan saat ini hanya memanfaatkan sisa kayu pada lahan-lahan yang sebelumnya telah dibuka.
“Artinya memang potensi kayu hutan yang tersisa juga sudah semakin berkurang,”tambahnya.
Terkait isu deforestasi, menilai angka kerusakan hutan di Kalimantan Tengah masih ada, namun tidak sebesar yang tergambar dalam data jangka panjang.
“Sejumlah data yang selama ini digunakan umumnya merupakan akumulasi kondisi 10 hingga 20 tahun terakhir melalui metode time series,” lanjutnya.
Kalau melihat lima tahun terakhir, kondisinya jauh menurun. Begitu juga dengan kebakaran hutan yang trennya terus menurun.
“Luas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya,” tuturnya.
Sementara itu, terkait wilayah yang masih memiliki potensi kerusakan hutan, secara umum aktivitas pembukaan lahan lebih banyak terjadi di daerah yang berkembang pada sektor pertambangan maupun perkebunan.
“Beberapa wilayah yang dinilai masih memiliki potensi pembukaan lahan berada di kawasan hulu seperti Barito Utara, Gunung Mas dan Katingan bagian hulu,” urainya.
Kalau wilayah Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat dan Seruyan lebih banyak kawasan perkebunan, baik milik masyarakat maupun perusahaan.
“Meski demikian, pihaknya mengaku belum melakukan perhitungan detail terkait tingkat kerusakan di masing-masing daerah tersebut.
Dinas Kehutanan Kalteng, terus melakukan pengawasan serta mendorong pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan guna menekan risiko kerusakan hutan dan lahan di daerah,”ungkapnya.(red)