DSH_8636


PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Halaman Kantor Gubernur, Sabtu (23/5/2026), tidak hanya diwarnai seremoni dan kemeriahan. Dalam pidatonya, Gubernur Agustiar Sabran justru menyinggung sejumlah persoalan mendasar yang tengah dihadapi daerah, mulai dari tantangan fiskal, efektivitas pembangunan, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di hadapan unsur Forkopimda, kepala daerah, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, Agustiar menegaskan bahwa pembangunan tidak bisa berjalan instan. Ia menyebut proses pembangunan harus melalui tahapan panjang, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan yang menyesuaikan siklus APBD.

Menurutnya, kondisi fiskal saat ini membuat pemerintah harus melakukan efisiensi anggaran. Namun, ia menekankan bahwa efisiensi bukan alasan untuk menghentikan pembangunan, melainkan memastikan anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Setiap rupiah uang rakyat harus menghasilkan manfaat nyata,” tegasnya.

Dalam momentum HUT Kalteng tersebut, Agustiar juga mengingatkan pentingnya memperkuat kemandirian daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendorong generasi muda agar tidak minder bersaing di tengah perkembangan zaman dan teknologi.

Ia menilai masa depan daerah tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dan berinovasi.

Selain isu pembangunan, Gubernur turut memberi perhatian serius terhadap ancaman karhutla yang rawan terjadi memasuki musim kemarau. Ia meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Tak hanya itu, masyarakat juga diajak mulai memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan sederhana seperti cabai dan sayuran.

Peringatan HUT ke-69 Kalteng juga dirangkai dengan sejumlah penyerahan penghargaan dan bantuan, mulai dari penghargaan Desa Anti Korupsi, bantuan Program Kampung Iklim (ProKlim), hingga bantuan simbolis 500 ekor sapi kurban untuk masyarakat Kalimantan Tengah menjelang Iduladha 1447 Hijriah.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turut meluncurkan Kantor Perwakilan Bank Kalteng di Jakarta sebagai bagian dari penguatan jejaring layanan daerah di tingkat nasional.

Acara kemudian ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun dan Panginan Sukup Simpan bersama masyarakat dan tamu undangan yang hadir.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *