PALANGKA RAYA – Nama Rangga Lesmana bukan wajah baru di lingkungan birokrasi Kalimantan Tengah. Namun pelantikannya sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng oleh Gubernur Agustiar Sabran di Istana Isen Mulang, Selasa (26/5/2026), menandai lompatan karier yang cukup cepat bagi birokrat kelahiran Sukamara, 22 Maret 1991 tersebut.
Di usia yang relatif muda, Rangga sudah melewati lintasan jabatan yang tidak singkat. Ia pernah berada di meja protokol, menjadi Sekretaris Lurah Mendawai, Lurah Raja, hingga Sekretaris Camat Arut Selatan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Dari level akar rumput itulah namanya mulai mencuri perhatian, terutama saat menyabet predikat Lurah Terinovatif Kotawaringin Barat pada 2020.
Penghargaan itu menjadi titik balik. Kariernya kemudian bergerak ke level provinsi. Pada 2024, ia dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kalteng sebelum akhirnya mengisi sejumlah posisi strategis sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Plt Kepala Diskominfosantik Kalteng.
Kini, kursinya bergeser ke jantung administrasi pemerintahan provinsi. Posisi Kepala Biro Umum bukan sekadar jabatan administratif, tetapi simpul koordinasi yang berkaitan langsung dengan ritme kerja pemerintahan daerah sehari-hari.
Usai dilantik, Rangga menyebut penugasan barunya sebagai bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata.
“Ini kepercayaan yang diberikan Gubernur Kalteng, tentu saja ini akan memacu untuk bekerja jauh lebih baik untuk Kalteng,” ujarnya.
Ia juga memberi sinyal tidak akan banyak mengubah hal yang sudah berjalan baik, namun membuka ruang evaluasi terhadap aspek yang dinilai perlu dibenahi.
“Apa yang sudah baik akan kami lanjutkan, barangkali ada hal-hal yang perlu kami sesuaikan akan kami perbaiki segera,” katanya.
Menariknya, meski telah resmi menjabat Kabiro Umum, Rangga masih merangkap sebagai Plt Kepala Diskominfosantik Kalteng sambil menunggu keputusan lanjutan dari pemerintah provinsi.
Perjalanan Rangga Lesmana memperlihatkan pola baru dalam birokrasi daerah, ketika rekam jejak lapangan, kemampuan adaptasi, dan ritme kerja cepat mulai mendapat ruang lebih besar dalam peta promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.(red)