ChatGPT Image Jul 9, 2026, 08_44_24 PM

JAKARTA – Suasana di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mendadak menjadi sorotan setelah beredar foto dan video yang memperlihatkan sekelompok pria berseragam TNI membawa senjata laras panjang berada di sekitar lokasi pada Kamis (9/7/2026) dini hari.

Berdasarkan informasi yang beredar, rombongan tersebut tiba sekitar pukul 03.50 WIB. Mereka disebut terdiri dari sekitar 10 orang berseragam dan belasan lainnya berpakaian sipil. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah personel bersenjata berada di area yang masih gelap dengan situasi yang dipenuhi keramaian.

Narasi yang beredar menyebut rombongan itu diduga hendak mengambil seorang saksi yang tengah diperiksa penyidik. Bahkan, muncul informasi yang belum terverifikasi bahwa rombongan tersebut dipimpin dua perwira tinggi TNI berpangkat Brigadir Jenderal.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Santoso, turut menyampaikan dugaan bahwa kedatangan kelompok tersebut berkaitan dengan upaya mengambil saksi maupun barang bukti dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani kepolisian. Namun hingga kini, informasi tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari institusi terkait.

Hingga Kamis sore, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas belum memberikan keterangan meski telah dihubungi oleh sejumlah wartawan untuk meminta klarifikasi. Di sisi lain, Polri juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai beredarnya foto, video, maupun narasi tersebut.

Peristiwa ini mencuat tidak lama setelah tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di 12 lokasi yang berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang disebut berkaitan dengan sejumlah perusahaan pelat merah, termasuk PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.

Salah satu lokasi yang digeledah adalah sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Dari lokasi itu, penyidik menemukan uang tunai dalam brankas tersembunyi yang nilainya disebut mencapai puluhan miliar rupiah. Selain itu, penyidik juga menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, dan mengamankan uang tunai, puluhan kilogram emas batangan, serta sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan penyidikan.

Di tengah proses penyidikan tersebut, beredar berbagai spekulasi mengenai kepemilikan aset yang disita. Namun hingga kini, kepolisian belum membenarkan identitas pemilik aset maupun pihak yang dikaitkan dalam perkara tersebut. Penyidik menegaskan proses pendalaman masih berlangsung dan meminta publik menunggu hasil penyelidikan resmi.

Kasus ini pun memunculkan perhatian luas karena melibatkan berbagai informasi yang masih simpang siur. Hingga saat ini, baik TNI maupun Polri belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan kedatangan rombongan bersenjata ke Polda Metro Jaya, sehingga publik masih menantikan kejelasan dari kedua institusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *