PALANGKA RAYA – Pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) dipandang sebagai momentum strategis yang akan menentukan arah pengembangan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah. Proses tersebut dinilai bukan sekadar pergantian pimpinan, tetapi menjadi penentu lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa UPR semakin berdaya saing tanpa kehilangan jati dirinya sebagai kampus yang tumbuh di Bumi Tambun Bungai.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Leonard S Ampung mengatakan, rektor terpilih harus mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan kompetisi global, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya lokal yang menjadi fondasi masyarakat Kalimantan Tengah.
“Pemilihan Rektor UPR bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum krusial bagi masa depan peradaban pendidikan di Kalimantan Tengah. Nakhoda baru UPR harus mampu membawa kampus ini menjadi institusi yang lincah dan berakar,” ujarnya.
Menurutnya, makna “lincah” adalah kemampuan kampus untuk beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, riset, dan kebutuhan dunia kerja. Sementara “berakar” berarti tetap menjadikan filosofi Huma Betang sebagai pijakan dalam membangun kehidupan akademik yang inklusif dan menghargai keberagaman.
“Lincah berarti mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan tuntutan global. Namun, ia juga harus kokoh berakar pada filosofi Huma Betang. Rektor terpilih wajib menjadikan kampus sebagai rumah besar yang inklusif, tempat keberagaman dirayakan, dan pusat inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal,” tambahnya.
Ia juga berharap seluruh tahapan pemilihan rektor berlangsung secara terbuka, berintegritas, serta mengedepankan semangat musyawarah. Menurutnya, proses demokrasi di lingkungan akademik harus menjadi contoh pelaksanaan tata kelola yang baik.
“Saya menaruh harapan besar agar proses pemilihan ini berjalan dengan integritas tinggi, tanpa intrik, dan mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Kami di DAD berkomitmen mendukung kepemimpinan yang mampu mengawinkan kecerdasan intelektual dengan kearifan lokal, demi membawa UPR melompat lebih tinggi bagi kemajuan Bumi Tambun Bungai,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menjadi harapan agar kepemimpinan baru UPR mampu memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menjadikan universitas sebagai motor penggerak pembangunan Kalimantan Tengah yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya daerah.(Red)