IMG-20260819-WA0539(1)

PALANGKA RAYA – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya, menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni datang langsung ke Kalimantan Tengah untuk melihat kondisi di lapangan, Rabu (19/8/2026).

Kedatangan Raja Juli Antoni disambut Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di VIP Room Isen Mulang Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Dari bandara, rombongan kemudian meninjau lokasi karhutla di Petuk Katimpun.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan kebakaran sekaligus mengecek penanganan yang dilakukan petugas di lapangan. Kondisi kawasan yang terdampak menjadi perhatian, mengingat kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas saat cuaca kering dan angin bertiup.

Agustiar Sabran mengatakan penanganan karhutla di Kalteng tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Pemerintah daerah, aparat, petugas pemadam hingga masyarakat harus bergerak bersama, terutama ketika muncul titik api.

“Setiap titik api perlu segera ditangani agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat, kesehatan, serta lingkungan,” kata Agustiar.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya kebakaran baru. Aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar dinilai berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

Sementara itu, Raja Juli Antoni menyebut pemerintah terus menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi karhutla. Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.

Namun, menurut Raja Juli, modifikasi cuaca bukan satu-satunya solusi. Langkah tersebut harus dibarengi pengawasan dan penanganan langsung di lapangan, termasuk proses penegakan hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan.

“Operasi modifikasi cuaca adalah salah satu upaya untuk mendukung penanganan karhutla. Namun, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan pengawasan di lapangan,” ujarnya.

Raja Juli juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran maupun indikasi munculnya titik api. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah api membesar dan menjalar ke kawasan lain.

Kunjungan Menteri Kehutanan ke Petuk Katimpun sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung tantangan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Pemerintah pusat dan daerah kini dihadapkan pada kebutuhan untuk mempercepat respons di lapangan sekaligus menekan munculnya kebakaran baru selama musim kemarau.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *