IMG-20260820-WA0075(1)

Palangka Raya-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut elektabilitas partainya sudah berada di atas 4 persen, meski Pemilu 2029 masih sekitar tiga tahun lagi.

Raja Juli mengatakan, angka tersebut menjadi perkembangan positif bagi PSI. Sebab, berdasarkan perbandingan dengan periode sebelumnya, elektabilitas PSI belum pernah berada di angka tersebut dalam waktu yang masih cukup jauh dari pelaksanaan pemilu.

“Masih tiga tahun menjelang pemilu, kita sudah berada di angka 4 persen,”ucapnya ketika mengunjungi kader PSI di Kalimantan Tengah, Rabu (19/8/2026) malam.

Sekitar 12 tahun sebelumnya, elektabilitas tertinggi yang tercatat berada di kisaran 2,1 persen. Bahkan, satu bulan sebelum pemilu, angkanya sekitar 2,5 persen.

“Namun, mengingatkan kader PSI agar tidak cepat puas dengan hasil tersebut. Ini belum apa-apa. Belum banyak hal yang kita kerjakan secara serius,”tambahnya.

Kenaikan elektabilitas harus dibarengi dengan penguatan organisasi dan kerja nyata di tengah masyarakat.

“Hasil survei hipotetis mengenai kemungkinan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bergabung dengan PSI dan menjadi Ketua Dewan Pembina PSI,” lanjutnya.

Dalam pertanyaan tersebut, responden ditanya apakah akan memilih PSI apabila Jokowi bergabung dengan partai tersebut. Hasilnya, dukungan mencapai sekitar 10 persen.

“Sementara pada survei lain dengan pertanyaan serupa, angka dukungan disebut mencapai 14 persen. Dalam hal ini menilai hasil tersebut menunjukkan masih adanya modal politik yang cukup kuat dari sosok Jokowi,” tuturnya.

Meski demikian, menegaskan pertanyaan tersebut masih bersifat hipotetis. Artinya, belum ada kepastian Jokowi bergabung dengan PSI.

“Ini baru hipotesisnya, belum benar-benar bergabung,”urainya.

Selain itu PSI harus menyiapkan organisasi yang kuat jika terjadi peningkatan dukungan elektoral.
Dalam hal ini mengibaratkan lonjakan suara seperti air dalam jumlah besar. Jika wadah yang disiapkan terlalu kecil, air akan meluap.

“Jangan sampai nanti ada lonjakan elektoral, tapi kita tidak menyiapkan wadahnya yang baik. Karena itu, PSI akan terus memperkuat struktur dan jaringan hingga ke daerah. Menurut Raja Juli, peningkatan suara harus diikuti dengan kesiapan kader dan organisasi,”bebernya.

PSI kini tidak hanya diisi anak muda yang sedang membangun diri menjadi tokoh. Di dalamnya mulai terdapat kombinasi antara generasi muda dan tokoh yang sudah memiliki pengalaman.

“Yang dulu banyak diisi anak-anak muda yang berusaha menjadi tokoh, sekarang benar-benar kombinasi anak-anak muda yang berusaha menjadi tokoh dan tokoh benar-benar,” ujarnya.

Kekuatan PSI ke depan tidak boleh hanya bergantung pada figur. Partai harus memiliki kader berkualitas, misi yang jelas serta mampu menunjukkan prestasi kepada masyarakat.

“Yang paling penting adalah memiliki kualitas, memiliki misi untuk menjawab, dan kemudian memberikan prestasi,”ungkapnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *