WhatsApp Image 2026-08-20 at 06.59.15

PALANGKA RAYA-Keterbatasan sumber air masih menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni saat melakukan kunjungan ke Kota Palangka Raya, Rabu (19/8/2026).

Raja Juli mengatakan, selain pengerahan pasukan darat, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat pemadaman karhutla.

“Salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut dilakukan apabila terdapat awan yang memungkinkan untuk disemai.
Kalau ada awan semai, sedikit pun secara teknis bisa disemai, kita akan lakukan,”ucapnya.

Selain modifikasi cuaca, pemerintah juga mengandalkan operasi pemadaman dari udara menggunakan water bombing.

“Sejumlah helikopter telah dimobilisasi untuk membantu pemadaman dari udara. Apabila kebutuhan masih bertambah, jumlah armada juga dapat ditingkatkan,” tambahnya.

Di sisi lain, pasukan darat tetap menjadi kekuatan utama dalam penanganan kebakaran, yang mana keterlibatan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD hingga masyarakat.

“Namun, persoalan sumber air masih menjadi kendala di lapangan. Karena itu, pembangunan sumur bor dan pemanfaatan sumber air lainnya menjadi bagian penting dalam mendukung operasi pemadaman,” lanjutnya.

Penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran.

“Ini memang salah satu kendalanya sumber air,”tuturnya.

Pemerintah akan terus memperkuat berbagai upaya pemadaman sekaligus pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Dalam hal ini juga meminta masyarakat tidak menambah risiko kebakaran dengan membuka lahan menggunakan api di tengah kondisi cuaca yang kering,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *