Plt Kepala Dinkes Kalteng dr. Suyuti Syamsul

PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian dari sisi kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat, terutama kelompok rentan, agar tidak menganggap sepele paparan asap yang terjadi di tengah masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah.

Plt Kepala Dinkes Kalteng dr. Suyuti Syamsul mengatakan, risiko paparan asap lebih besar dirasakan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta, khususnya gangguan pada saluran pernapasan seperti asma.

Menurutnya, kondisi udara yang tercemar asap dapat memperburuk sensitivitas saluran pernapasan. Karena itu, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan langsung.

“Sebaiknya mereka yang asma itu memakai masker. Kan itu saja sebetulnya. Kalau kayak-kayak kita ini kan masih tahan. Tapi kalau orangnya itu ada asma, tentu meningkat risikonya,” ujar Suyuti di Palangka Raya, Jumat (25/9/26).

Selain penderita asma, perhatian juga perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan maupun penyakit penyerta lainnya. Ketika asap semakin pekat dan kualitas udara menurun, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi.

Suyuti juga menyoroti pentingnya kesiapan pelayanan kesehatan di daerah. Menurutnya, fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota sehingga penanganan warga terdampak asap tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi.

“Yang namanya Kalimantan Tengah ini kan bukan hanya pemprov. Bahkan yang punya fasilitas kesehatan lebih banyak itu kabupaten/kota. Yang namanya Puskesmas itu bukan punya pemprov,” jelasnya.

Di tengah kondisi tersebut, perlindungan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Pemerintah Provinsi Kalteng juga menekankan perlunya penguatan layanan kesehatan, rumah oksigen, obat-obatan serta perlindungan khusus bagi kelompok rentan yang terdampak asap.

Dinkes Kalteng berharap masyarakat tetap memperhatikan kondisi kesehatan selama paparan asap berlangsung. Jika muncul keluhan seperti sesak napas atau kondisi kesehatan memburuk, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *