ASUS ProArt P14 dan P16 Resmi Meluncur, Bawa AI Generatif Langsung di Laptop

JAKARTA – ASUS resmi membawa dua laptop kreator berbasis komputasi AI lokal ke pasar Indonesia. ASUS ProArt P14 dan ProArt P16 hadir dengan superchip NVIDIA RTX Spark dan menawarkan kemampuan menjalankan model AI generatif langsung dari perangkat.

Kedua laptop tersebut resmi hadir di Indonesia setelah sebelumnya tersedia di pasar global sejak 17 Oktober 2026. ProArt P14 dibekali Unified Memory 64GB, sementara ProArt P16 membawa kapasitas lebih besar hingga 128GB.

ASUS mengklaim kemampuan tersebut memungkinkan kreator menjalankan sejumlah workflow AI tanpa harus mengunggah file ke layanan cloud. Pengujian internal dilakukan menggunakan ComfyUI Desktop secara lokal, termasuk untuk mengolah foto dan membuat video berbasis AI.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan perangkat ini dirancang sebagai pusat komputasi AI lokal bagi kreator profesional yang membutuhkan performa tinggi sekaligus perhatian terhadap privasi data.

Dari sisi layar, ProArt P14 menggunakan panel OLED 14 inci beresolusi 2.8K, sedangkan ProArt P16 membawa layar OLED 16 inci UHD+. Keduanya mendukung refresh rate 120Hz, cakupan warna 100 persen DCI-P3, sertifikasi PANTONE Validated, serta kemampuan menampilkan 1,07 miliar warna.

Untuk performa AI, kedua perangkat menggunakan NVIDIA RTX Spark N1X dengan 6.144-core Blackwell RTX GPU dan 20-core Grace CPU. ASUS menyebut kemampuan komputasinya dapat mencapai hingga 1 petaflop untuk AI pada jalur FP4.

Konsep Unified Memory menjadi salah satu fitur yang ditonjolkan. CPU dan GPU berbagi satu kolam memori LPDDR5X, dengan kapasitas 64GB pada ProArt P14 dan 128GB pada ProArt P16. Konfigurasi tersebut memungkinkan model AI berukuran besar berjalan bersamaan dengan file foto maupun video beresolusi tinggi.

Dalam pengujian yang dilakukan ASUS, ProArt P14 digunakan untuk menjalankan Qwen Image 2.1 secara lokal melalui ComfyUI Desktop. Model tersebut dipakai untuk mengubah foto produk menjadi adegan sinematik beresolusi 1024 dengan 40 langkah pemrosesan.

Pada pengujian lainnya, MiniMax H3 digunakan untuk mengubah sebuah foto menjadi video berdurasi lima detik lengkap dengan audio. Proses tersebut disebut selesai dalam waktu 5 menit 54 detik, dengan penggunaan memori GPU mencapai 28,1GB.

ASUS juga menunjukkan penggunaan AI lokal melalui Hermes Agent. Sistem tersebut dapat membaca folder proyek, merangkum brief klien hingga membuat draf naskah atau caption tanpa harus memindahkan dokumen keluar dari perangkat.

Untuk mobilitas, ProArt P14 memiliki bobot sekitar 1,4 kilogram dengan baterai 90Wh. Sementara ProArt P16 memiliki bobot sekitar 1,7 kilogram dengan baterai 99,9Wh. Keduanya mendukung pengisian daya USB Type-C 140W dan telah melewati pengujian ketahanan US MIL-STD 810H.

Soal harga, ASUS ProArt P14 dipasarkan dengan MSRP Rp80.999.000, sedangkan ProArt P16 dibanderol Rp113.999.000.

Selama masa pre-order hingga 23 Oktober 2026, ProArt P14 ditawarkan Rp79.999.000 melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store dan ASUS Store terpilih. ProArt P16 tersedia dengan harga pre-order Rp112.999.000 secara eksklusif melalui ASUS Online Store.

Pembelian melalui ASUS Online Store selama periode pre-order juga mendapatkan ASUS ProArt Mouse MD301 sebagai hadiah eksklusif dengan nilai yang disebut mencapai Rp1.699.000.

Dengan membawa kemampuan AI generatif langsung ke laptop, ASUS menyasar kreator yang membutuhkan pemrosesan lokal untuk pekerjaan seperti produksi konten, pengolahan gambar, video, workflow 3D hingga pekerjaan berbasis AI yang membutuhkan kapasitas memori besar.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *