TUMBANG NUSA — Di tengah kepulan asap dan beratnya medan gambut yang masih dihadapi para petugas karhutla, suasana di Posko Karhutla Camp Peat, Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah, Jumat (23/10/2026), sedikit berbeda.
Bukan hanya suara mesin dan aktivitas penanganan kebakaran yang terdengar, tetapi juga kesibukan memasak dalam kegiatan Kuliner Merah Putih bersama Bobon Santoso.
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran ini sekaligus menjadi bentuk dukungan kepada personel yang setiap hari berada di lapangan menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Bagi para petugas, makanan yang disajikan bukan sekadar santapan. Di tengah kondisi lapangan yang menguras tenaga, dukungan semacam ini menjadi tambahan energi sekaligus penyemangat untuk terus menjalankan tugas.
Pangdam XXII/Tambun Bungai menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, kebersamaan antara TNI, relawan, petugas pemadam, masyarakat, dan berbagai unsur lainnya menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kebakaran di kawasan gambut.
Sementara itu, Bobon Santoso tidak hanya datang membawa makanan. Ia bersama tim juga menyalurkan air minum, makanan ringan, obat-obatan, hingga masker untuk para petugas dan masyarakat sekitar.
Bobon bahkan turun langsung mendekati lokasi kebakaran. Dari sana, ia merasakan sendiri bagaimana beratnya medan gambut yang harus dihadapi para petugas ketika melakukan pemadaman.
Situasi menjadi semakin sulit ketika angin bertiup kencang dan mengarah ke lokasi. Kondisi tersebut memberikan gambaran langsung mengenai tantangan yang dihadapi para pejuang karhutla dalam mengendalikan api di lahan gambut.

Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Bobon Santoso. Ia menyampaikan terima kasih kepada Kodam XXII/Tambun Bungai yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi kegiatan sehingga bantuan dapat diberikan langsung kepada mereka yang berada di garis depan penanganan karhutla.
Kegiatan Kuliner Merah Putih akhirnya bukan hanya tentang makanan. Di tengah situasi karhutla yang masih menjadi tantangan, dapur yang hadir di posko menjadi simbol kepedulian mengisi tenaga para petugas sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah perjuangan memadamkan api.