Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menaruh ekspektasi besar terhadap arah pembangunan daerah pada tahun 2026 agar mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, tahun tersebut dinilai menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Provinsi Kalteng untuk menghadirkan kebijakan pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalteng, Sirajul Rahman, mengatakan masyarakat menantikan langkah konkret serta terobosan pembangunan dari Gubernur Kalimantan Tengah pada tahun 2026.
“Kebijakan pimpinan dan gebrakan pembangunan dari Gubernur sangat ditunggu oleh masyarakat Kalteng pada tahun ini,” ujar Sirajul Rahman, belum lama ini.
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV tersebut menegaskan, sektor infrastruktur masih menjadi prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta jembatan.
“Infrastruktur yang memadai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, memperlancar konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai fokus pembangunan tersebut sejalan dengan sejumlah proyek strategis yang telah dan sedang dilaksanakan di Kalimantan Tengah, di antaranya penyelesaian Jembatan Bukit Rawi serta pembangunan jembatan terpanjang di provinsi ini yang menghubungkan tiga wilayah kabupaten.
Dari sisi perencanaan, Sirajul Rahman menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyiapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 sebagai bagian dari kesinambungan pembangunan jangka menengah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.
Perencanaan tersebut mengusung filosofi Huma Betang yang menekankan nilai kebersamaan, persatuan, dan gotong royong sebagai kearifan lokal masyarakat Dayak.
“RKPD ini dirancang melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, sehingga menjadi acuan yang representatif dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2026,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan ke depan tetap menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan anggaran yang tersedia.
Oleh karena itu, ia berharap melalui perencanaan yang matang serta sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat, pembangunan Kalimantan Tengah pada tahun 2026 dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kita berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan bersama,” pungkasnya.(red)