Palangka Raya-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang tahun 2025 di bawah kepemimpinan Kepala DLH Kalteng, Joni Harta. Berbagai program dan inovasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat serta penguatan tata kelola lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Salah satu capaian menonjol adalah keberhasilan pemajuan budaya lingkungan melalui program sekolah Adiwiyata. Sejumlah sekolah di Kabupaten Kotawaringin Barat berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Nasional hingga Adiwiyata Mandiri pada 2025.
Joni Harta mengungkapkan capaian ini menunjukkan keberhasilan implementasi pendidikan lingkungan hidup yang didorong secara konsisten oleh DLH bersama pemerintah daerah dan satuan pendidikan setempat.
“Selain itu, DLH Provinsi Kalteng juga memperkuat pelaksanaan penilaian Adipura. Melalui Rapat Koordinasi Penilaian Adipura 2025, DLH menitikberatkan pengelolaan sampah terintegrasi serta penguatan peran serta masyarakat,” ucapnya Rabu (7/1/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kebersihan kota sekaligus menjaga kualitas lingkungan hidup secara menyeluruh.
“Di bidang mitigasi perubahan iklim, DLH Kalteng aktif mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pelaporan emisi gas rumah kaca (GRK). Penguatan koordinasi pelaporan dan evaluasi data emisi dilakukan sebagai upaya mendukung pengendalian dampak perubahan iklim di daerah,”tambahnya.
Memasuki pelaksanaan program utama, DLH Kalteng terus menjalankan Program Kampung Iklim (Proklim) yang bertujuan mengatasi perubahan iklim sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis lingkungan.
“Melalui Proklim, masyarakat didorong melakukan pengurangan emisi, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pengembangan produk bernilai ekonomi dari hasil pengolahan sampah,” lanjutnya.


Sejalan dengan itu, DLH Kalteng juga menegaskan komitmen menuju target Zero Waste Kalteng 2030. Melalui Rapat Koordinasi Daerah Lingkungan Hidup, DLH memfokuskan langkah pada penerapan ekonomi sirkular serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sampah agar memiliki nilai tambah ekonomi.
“Upaya pengelolaan persampahan diperkuat dengan penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) sebagai dasar strategi pengelolaan sampah terpadu di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” tuturnya.
Dokumen ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta kesinambungan program persampahan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
“Di sisi pengawasan, DLH Kalteng secara rutin melaksanakan pembinaan implementasi e-kinerja, bimbingan teknis pengawasan pengelolaan lingkungan, serta penanganan pengaduan lingkungan hidup,” urainya.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas pengawasan dan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan di daerah. Dari aspek inovasi dan kolaborasi, DLH Kalteng menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Lingkungan Hidup RI dalam pengembangan sumber daya manusia bidang lingkungan.
“Kerja sama ini mencakup pembelajaran berbasis digital serta peningkatan kapasitas teknis aparatur lingkungan hidup,” lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Kalteng melalui DLH juga menginisiasi pembangunan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Limbah Medis Modern di Palangka Raya. Fasilitas ini dirancang untuk pengelolaan limbah medis secara ramah lingkungan dan efektif, sekaligus menjadi terobosan inovatif yang masih jarang dimiliki oleh daerah lain.
“Pengembangan sistem e-kinerja internal DLH turut menjadi perhatian sebagai bagian dari inovasi administrasi. Sistem ini mempermudah monitoring, evaluasi, dan pelaporan kinerja secara real time, sehingga mendukung transparansi dan akuntabilitas kinerja perangkat daerah,”urainya.
Berdasarkan dokumen program pemerintah provinsi, sepanjang 2025 DLH Kalteng juga menjalankan pengawasan izin lingkungan dan perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup (PPLH).
“Pengakuan masyarakat hukum adat dan kearifan lokal, edukasi serta penyuluhan lingkungan, pemberian penghargaan lingkungan hidup, penanganan pengaduan lingkungan, hingga pengelolaan persampahan yang menjadi salah satu program terbesar DLH Provinsi Kalimantan Tengah,”ungkapnya