Karhutla dan Kekurangan Air Bersih Belum Usai, Agustiar Minta Semua Elemen Bergerak

BUNTOK – Perayaan Hari Jadi ke-67 Kabupaten Barito Selatan berlangsung di tengah persoalan yang masih dirasakan masyarakat: kebakaran hutan dan lahan, kabut asap hingga keterbatasan air bersih.

Situasi tersebut membuat pesan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dalam acara ramah tamah Hari Jadi Barsel tidak berhenti pada ucapan selamat ulang tahun. Ia justru mengajak seluruh elemen untuk ikut menghadapi persoalan yang sedang terjadi.

Agustiar menilai pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Karhutla, dampak asap dan kekurangan air bersih membutuhkan keterlibatan masyarakat, dunia usaha serta berbagai pemangku kepentingan.

“Kalimantan Tengah adalah Huma Betang, rumah tempat kita hidup dan tumbuh bersama,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Agustiar dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, semangat hidup bersama perlu diterjemahkan menjadi kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Konteksnya cukup jelas. Saat itu Kalteng masih berada dalam status tanggap darurat karhutla, sementara musim kemarau turut meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.

Karena itu, penanganan persoalan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan petugas pemadam maupun pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Bagi pemerintah, persoalan karhutla juga tidak selesai ketika api berhasil dipadamkan. Dampaknya terhadap masyarakat harus ikut ditangani, termasuk persoalan kualitas udara dan kebutuhan dasar warga.

Agustiar meminta pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk penyediaan masker, air bersih dan fasilitas pendukung seperti Rumah Oksigen.

Di luar persoalan bencana, Agustiar juga menyinggung bagaimana anggaran daerah harus dikelola secara disiplin dan diarahkan pada program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, terutama pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Ia juga mendorong Barito Selatan mengembangkan potensi lokal untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah. Potensi tersebut mencakup produk lokal dan UMKM, pariwisata, ketahanan pangan serta kearifan lokal.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa momentum ulang tahun daerah tidak hanya dimaknai sebagai seremoni. Ada pekerjaan yang masih harus diselesaikan, mulai dari persoalan lingkungan hingga upaya memperkuat ekonomi masyarakat.

Di tengah tantangan tersebut, Agustiar kembali menekankan pentingnya kebersamaan. Pemerintah dapat membuat kebijakan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dan seluruh pihak yang berada di lapangan.

Bagi Barito Selatan, semangat “Bekerja Bersama, Merangkul Semua” akhirnya bukan sekadar tema peringatan hari jadi. Tema itu mendapat ujian langsung dari persoalan yang sedang dihadapi masyarakat: bagaimana menjaga lingkungan, memenuhi kebutuhan dasar dan memastikan pembangunan tetap berjalan ketika daerah sedang menghadapi tekanan karhutla dan kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *