10072026021931_0

PALANGKA RAYA – Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kalimantan Tengah Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo di Batang Garing Ballroom, Hotel Best Western Palangka Raya, Jumat (10/7/2026). Forum lima tahunan tersebut menjadi ruang konsolidasi dunia usaha untuk menyusun arah organisasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Edy Pratowo menilai Musprov KADIN bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memaksimalkan potensi ekonomi Kalimantan Tengah.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki Kalimantan Tengah harus mampu diolah menjadi nilai tambah yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kalimantan Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam serta keragaman budaya dan kearifan lokal yang menjadi modal besar bagi pembangunan daerah. Namun, potensi tersebut harus dikelola secara bijaksana, berkelanjutan, dan bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Edy.

Ia berharap tema Musprov VIII, “Sinergi Dunia Usaha untuk Mewujudkan Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera”, tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diwujudkan melalui kolaborasi nyata dalam mendorong investasi, pengembangan usaha, dan penciptaan lapangan kerja.

Edy juga menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tetap berpijak pada visi Manggatang Utus dengan semangat falsafah Huma Betang, yang mengedepankan kebersamaan, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Dalam kesempatan itu, ia mengajak dunia usaha mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), serta menyukseskan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Ketahanan Pangan, dan Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi KADIN Indonesia, Taufan Eko Nugroho Rotorasiko, menyebut Kalimantan Tengah memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Meski pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai sekitar lima persen, menurutnya tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan menekan angka kemiskinan.

Ia mengungkapkan KADIN Indonesia telah menyiapkan arah kebijakan jangka panjang dengan target meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat hingga tiga kali lipat dalam 15–18 tahun ke depan, disertai penurunan angka kemiskinan menjadi di bawah tiga persen.

Untuk mencapai target tersebut, KADIN mendorong penguatan empat sektor utama, yakni swasembada pangan, energi, dan air, pertumbuhan ekonomi berbasis kemitraan dengan UMKM, pembangunan yang inklusif, serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap investasi.

Taufan juga menekankan pentingnya hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Kalimantan Tengah. Menurutnya, daerah ini tidak lagi cukup hanya menjadi pemasok bahan mentah, melainkan harus mampu mengembangkan industri pengolahan di sektor kelapa sawit, hasil hutan, pertambangan, hingga mineral.

Selain itu, KADIN Indonesia mulai memperkenalkan peta peluang investasi baru di Kalimantan Tengah, termasuk sektor agroindustri dan perdagangan karbon (carbon trading), yang akan dipromosikan kepada investor internasional dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal.

Musprov VIII KADIN Kalimantan Tengah turut dihadiri jajaran pengurus KADIN Indonesia, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, pimpinan perbankan, asosiasi dunia usaha, organisasi profesi, organisasi kepemudaan, serta pelaku usaha dari berbagai sektor di Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *