IMG-20250524-WA0004

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengubah rencana pembentukan program Staf Khusus (Stafsus) bagi kalangan muda menjadi Kalteng Future Leader, sebuah program berbasis magang yang dirancang untuk melibatkan mahasiswa dan generasi muda dalam proses pembangunan daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, mengatakan perubahan konsep tersebut dilakukan setelah pemerintah melakukan kajian terhadap aspek hukum, regulasi, serta kesesuaian dengan struktur pemerintahan yang berlaku.

Menurutnya, penggunaan istilah staf khusus dinilai kurang tepat karena jabatan tersebut telah memiliki mekanisme dan ketentuan tersendiri dalam sistem pemerintahan. Oleh sebab itu, pemerintah memilih format yang lebih sesuai melalui program pembinaan dan pengembangan kapasitas generasi muda.

“Kemarin kan kita harus pikirkan segala sesuatunya, dasar hukum, regulasinya. Makanya nanti itu terkait dengan Stafsus namanya kita ubah menjadi Kalteng Future Leader,” kata Reza di Palangka Raya, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut akan dijalankan dengan konsep magang yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal proses penyelenggaraan pemerintahan sekaligus menyampaikan gagasan sesuai bidang keahlian masing-masing.

“Jadi kita seperti program magang saja. Karena kalau pakai Stafsus, pemerintahan sudah punya struktur. Maksud Pak Gubernur adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk berkontribusi terhadap pemerintah di Kalimantan Tengah, kabupaten maupun kota,” ujarnya.

Reza menambahkan, pemerintah telah menyiapkan sistem yang memungkinkan peserta menyampaikan masukan di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, hingga bidang pembangunan lainnya. Seluruh gagasan yang disampaikan nantinya akan dihimpun sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan maupun pelaksanaan program pemerintah.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dan pemuda tidak hanya bersifat sementara, tetapi diharapkan menjadi bagian dari pola kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan generasi muda.

Ia mengatakan, Gubernur Kalimantan Tengah menginginkan mahasiswa dan kalangan akademisi terus dilibatkan sebagai mitra pemerintah untuk memberikan pandangan, kritik, maupun rekomendasi selama masa kepemimpinannya.

“Pak Gubernur ingin mahasiswa terus dilibatkan dan dimintai saran serta masukan. Mereka memiliki kapasitas akademik dan diharapkan dapat menjadi jembatan penyampaian berbagai informasi maupun gagasan kepada pemerintah,” ujar Reza.

Terkait pelaksanaannya, Reza menyebut seluruh persiapan program pada prinsipnya telah selesai. Pemerintah kini tinggal menyiapkan pengumuman resmi sebelum Kalteng Future Leader diluncurkan kepada masyarakat.

“Untuk hal ini sudah selesai, tinggal diumumkan saja,” katanya.

Ia memastikan program tersebut akan diperkenalkan kepada publik dalam waktu dekat sebagai salah satu wadah partisipasi generasi muda dalam mendukung pembangunan Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *