Saat Kabut Asap Menebal, Ratusan Ojol dan Pemko Palangka Raya Bersujud Memohon Hujan

PALANGKA RAYA – Di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ratusan pengemudi ojek online (ojol) bersama Pemerintah Kota Palangka Raya memilih berhenti sejenak dari aktivitas mereka untuk berkumpul dan berdoa.

Mereka melaksanakan Salat Istisqa di Masjid Agung Kubah Kecubung, Sabtu (17/10/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan untuk membantu meredakan karhutla dan kabut asap yang masih menyelimuti Palangka Raya dan sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.

Suasana khusyuk terlihat sejak pelaksanaan salat dimulai. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin hadir bersama Ketua TP PKK Kota Palangka Raya Avina Fairid Naparin. Hadir pula Wakil Wali Kota Achmad Zaini bersama Ketua GOW Kota Palangka Raya Merty Ilona Achmad Zaini, jajaran kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta masyarakat.

Salat Istisqa dipimpin Ketua MUI Kota Palangka Raya KH Zainal Arifin sebagai imam. Sementara Ustadz DR. Ajahari bertindak sebagai khatib.

Bagi para pengemudi ojol, kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Aktivitas mereka sehari-hari berlangsung di jalanan, sehingga kabut asap menjadi persoalan yang langsung mereka rasakan saat bekerja.

Fairid Naparin mengapresiasi keterlibatan Asosiasi Ojol Nusantara Kalimantan Tengah yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Salat Istisqa tidak hanya menjadi momentum untuk memohon hujan, tetapi juga ruang untuk melakukan introspeksi dan mempererat kebersamaan.

“Saya sangat mengapresiasi kebersamaan dan inisiatif dari rekan-rekan Asosiasi Ojol Nusantara Kalteng. Momentum ini bukan sekadar ibadah memohon turunnya hujan, melainkan juga wadah bagi kita semua untuk mempererat tali silaturahmi dan melakukan muhasabah diri,” ujar Fairid.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tetap membutuhkan langkah nyata di lapangan. Upaya pemadaman oleh petugas dan satgas, kata dia, berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual yang dilakukan masyarakat.

Di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya pulih, harapan pun diarahkan pada datangnya hujan. Bagi masyarakat Palangka Raya, hujan bukan hanya dinanti sebagai perubahan cuaca, tetapi juga sebagai salah satu harapan untuk membantu meredakan api dan mengurangi kabut asap.

“Semoga doa dan sujud kita bersama pada hari ini diijabah oleh Allah SWT. Kita berharap hujan berkah segera turun untuk memadamkan titik-titik karhutla, meredakan kabut asap, serta mengembalikan udara bersih dan kesejukan di bumi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *