PALANGKA RAYA – Kebutuhan ruang kelas hingga peralatan praktik menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan SMKN 5 Palangka Raya saat menerima kunjungan Reses Perseorangan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, Jumat (28/8/2026) pagi.
Kunjungan yang berlangsung pukul 07.00–09.00 WIB itu menjadi kesempatan untuk melihat langsung aktivitas pendidikan sekaligus mendengar berbagai kebutuhan yang dihadapi sekolah dalam menunjang proses belajar siswa.
SMKN 5 Palangka Raya saat ini memiliki sejumlah program keahlian, di antaranya Perikanan, Kesehatan Hewan, Desain Komputer, serta Teknik Sepeda Motor. Untuk jurusan Teknik Sepeda Motor, sekolah juga memiliki kerja sama dengan Honda melalui Trio Motor dan Cahaya Indah.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan masih adanya sejumlah fasilitas yang perlu ditambah maupun diperbaiki. Salah satunya adalah pagar sekolah yang dinilai perlu mendapat perhatian untuk menunjang keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan.
Selain itu, sekolah juga menghadapi keterbatasan ruang kelas. Kondisi tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan kepada Faridawaty agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.
Kebutuhan fasilitas juga datang dari jurusan Desain Komputer yang masih kekurangan kamera sebagai perangkat pendukung pembelajaran. Sementara untuk kegiatan praktik di bidang peternakan dan perikanan, sekolah membutuhkan bibit ayam dan ikan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Faridawaty mengatakan kunjungan reses bukan hanya menjadi agenda bertemu dengan pihak sekolah, tetapi juga kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas pendidikan dan kebutuhan yang muncul di lapangan.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan sekolah. Aspirasi seperti ruang kelas, alat praktik dan fasilitas pendukung pembelajaran akan menjadi catatan kami untuk diperjuangkan sesuai kewenangan,” kata Faridawaty.
Menurutnya, kebutuhan sarana praktik menjadi perhatian penting bagi sekolah kejuruan karena proses pendidikan tidak berhenti pada pembelajaran teori. Ketersediaan peralatan yang memadai turut menentukan kesempatan siswa untuk mengasah keterampilan sesuai bidang yang mereka pilih.

Di sisi lain, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 5 Palangka Raya sejauh ini tidak menghadapi persoalan. Hal tersebut menjadi salah satu informasi yang turut disampaikan dalam agenda reses.
Faridawaty juga melihat potensi kegiatan produktif yang telah dikembangkan sekolah, termasuk pemeliharaan ayam. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa sekaligus mendorong mereka memiliki keterampilan yang bisa diterapkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Berbagai aspirasi tersebut selanjutnya menjadi catatan dalam agenda reses Faridawaty. Persoalan ruang kelas, pagar sekolah, peralatan praktik Teknik Sepeda Motor, kamera untuk Desain Komputer, hingga kebutuhan bibit ayam dan ikan menjadi gambaran kebutuhan nyata SMKN 5 Palangka Raya dalam mengembangkan pendidikan vokasi.
Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan pendidikan kejuruan tidak hanya berbicara mengenai jumlah jurusan, tetapi juga kesiapan fasilitas yang digunakan siswa untuk belajar dan mempraktikkan keterampilan mereka.