Screenshot
PALANGKA RAYA — Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR). Tim Artheon dari Fakultas Kedokteran UPR berhasil meraih Best Paper 3 dalam Seminar Internasional Kreativitas Mahasiswa yang digelar di lingkungan kampus UPR.
Tim tersebut merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) yang sebelumnya berhasil lolos pendanaan Belmawa di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Dalam seminar itu, Tim Artheon mempresentasikan penelitian berjudul “Potensial Gel Emulsi Nano Artemisinin dengan Sinergisme Rosmari untuk Pengobatan Kanker Kulit melalui Integrasi Molekuler.”
Penelitian tersebut mengeksplorasi potensi kombinasi nanoartemisinin dan senyawa aktif rosmari sebagai kandidat pendekatan terapi untuk kanker kulit. Tim menggunakan sejumlah metode ilmiah dan pendekatan molekuler untuk melihat potensi serta mekanisme kombinasi bahan tersebut.
Ketua Tim Artheon, Jhonas Dolfin Ginting, menyebut penghargaan yang diraih menjadi tambahan motivasi bagi tim untuk melanjutkan penelitian.
“Penghargaan ini kami maknai sebagai kebanggaan sekaligus dorongan untuk terus berkarya. Harapan kami, riset ini tidak berhenti sebatas capaian akademik semata, melainkan mampu memberi sumbangsih nyata bagi kemajuan riset dan inovasi di dunia kesehatan,” ujar Jhonas.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota tim, mulai dari proses penelitian hingga persiapan presentasi. Dukungan dosen pendamping dan Fakultas Kedokteran UPR juga turut berperan dalam perjalanan riset tersebut.
Bagi Tim Artheon, Best Paper 3 bukan menjadi garis akhir. Penghargaan itu justru menjadi momentum untuk memperkuat penelitian yang tengah dikembangkan sekaligus mengejar luaran PKM secara maksimal.

Riset mengenai nanoartemisinin dan rosmari tersebut kini menjadi salah satu karya mahasiswa UPR yang mencoba membawa isu kesehatan ke dalam ruang penelitian yang lebih spesifik. Tim Artheon pun menargetkan hasil penelitian mereka dapat terus dikembangkan dan dipresentasikan pada berbagai forum ilmiah berikutnya.
Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik di ruang kuliah, tetapi juga mulai mengambil peran dalam pengembangan penelitian dan inovasi, khususnya di bidang kesehatan.(Red)