Malam-malam ke Pasar Besar, Fairid Bagikan 1.000 Masker dan Tawarkan Kredit UMKM Nol Persen

PALANGKA RAYA – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin memilih turun langsung menemui pedagang di Pasar Besar pada Sabtu (10/10/2026) malam. Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti kota, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mendengar kondisi pedagang sekaligus memperkenalkan program kredit mikro tanpa bunga.

Tak hanya berbicara soal permodalan, Fairid juga membagikan sekitar 1.000 masker dan paket susu kepada pedagang serta warga yang berada di kawasan pasar.

Di hadapan para pedagang, Fairid menjelaskan program kredit mikro nol persen tersebut dijalankan Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Bank Kalteng untuk membuka akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.

“Program kredit mikro nol persen ini bekerja sama dengan Bank Kalteng untuk memperluas akses permodalan usaha,” ujar Fairid.

Untuk mengajukan pembiayaan, pedagang dapat menyerahkan dokumen kepada pengurus pasar. Berkas kemudian diteruskan ke pihak kecamatan untuk proses verifikasi bersama perbankan.

Dokumen utama yang diperlukan yakni KTP dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Bagi pedagang yang belum memiliki NIB, Pemerintah Kota Palangka Raya akan membantu proses pengurusannya.

Namun, pelaksanaan program tersebut masih menemukan sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan riwayat kredit calon penerima yang tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Fairid mengatakan persoalan tersebut tengah dikoordinasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Bank Kalteng. Pemerintah, kata dia, ingin agar program tersebut tidak hanya tersedia di atas kertas, tetapi dapat menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan akses modal.

“Persoalan SLIK ini sedang kami koordinasikan dengan OJK, Bank Indonesia, dan Bank Kalteng. Justru maksud dan tujuan program kami adalah membantu menyelesaikan masalah-masalah seperti itu agar warga yang membutuhkan tetap terjangkau,” jelasnya.

Program pembiayaan ini ditargetkan berjalan hingga akhir tahun. Tahap tersebut sekaligus menjadi masa pemetaan berbagai kendala yang muncul sebelum program diterapkan secara lebih luas pada tahun berikutnya.

Selain pembiayaan UMKM, perhatian Pemko Palangka Raya malam itu juga tertuju pada kondisi kesehatan warga akibat kabut asap. Fairid memastikan pembagian bantuan kesehatan berupa masker dan susu akan dilakukan secara berkala selama kondisi udara masih terdampak asap.

“Selama kondisi kabut asap masih berlangsung, bantuan kesehatan seperti susu dan masker akan terus kami bagikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *