LAMANDAU — Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit mulai terlihat bentuknya di Kabupaten Lamandau. Salah satunya melalui pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Salah satu ruas yang mendapat perhatian adalah Jalan Ginih–Kinipan. Peningkatan jalan tersebut menggunakan dukungan anggaran DBH Sawit dengan nilai sekitar Rp5,29 miliar.
Bagi masyarakat, jalan yang lebih baik bukan sekadar perubahan kondisi fisik. Akses yang semakin mudah ikut menentukan kelancaran mobilitas warga, distribusi barang hingga aktivitas ekonomi yang berlangsung dari desa ke desa.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa pemanfaatan DBH Sawit diarahkan untuk pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya infrastruktur yang masih menjadi kebutuhan utama daerah.
“DBH Sawit ini harus benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan. Salah satunya melalui peningkatan infrastruktur jalan,” ujar Bupati.
Menurutnya, kebutuhan pembangunan jalan di Lamandau masih cukup besar. Karena itu, pemerintah daerah harus menentukan skala prioritas agar anggaran yang tersedia dapat memberikan dampak paling besar bagi masyarakat.
“Kita tentu ingin seluruh kebutuhan infrastruktur bisa ditangani, tetapi kemampuan anggaran terbatas. Karena itu, kita prioritaskan ruas-ruas yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi,” tambahnya.
Pembangunan Jalan Ginih–Kinipan menjadi salah satu contoh bagaimana penerimaan dari sektor perkebunan dikembalikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur.
Jalan yang lebih baik diharapkan tidak hanya mempermudah perjalanan warga, tetapi juga memperlancar arus hasil perkebunan dan komoditas masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi.

Lamandau sendiri memiliki aktivitas perkebunan sawit yang cukup besar. Pada 2025, daerah ini disebut menerima sekitar Rp19 miliar DBH Sawit, sementara luas perkebunan sawit mencapai sekitar 85 ribu hektare.
Besaran tersebut menunjukkan bahwa DBH Sawit menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan yang penting bagi daerah. Namun, kebutuhan infrastruktur Lamandau masih jauh lebih besar sehingga pemerintah daerah tetap membutuhkan dukungan pembiayaan lainnya.
Pada akhirnya, manfaat DBH Sawit akan lebih mudah dilihat ketika anggaran tersebut berubah menjadi sesuatu yang bisa digunakan masyarakat.(Red)