IMG_c927d790-a62b-45da-9031-bd197ea5430f

LAMANDAU — Jaringan listrik mulai bergerak lebih jauh ke wilayah pedalaman Kabupaten Lamandau. Sejumlah desa yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses listrik masuk dalam agenda percepatan pembangunan jaringan menuju target Lamandau Terang 2026.

Pemerintah Kabupaten Lamandau menargetkan seluruh desa dapat memperoleh akses listrik PLN. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran perluasan adalah Kecamatan Belantikan Raya, yang mencakup Desa Karang Besi, Benuatan, Kahingai, Nanga Matu, Bintang Mengalih dan Petarikan.

Pembangunan jaringan juga mulai terlihat di Desa Karang Mas. Material dan tiang listrik PLN telah masuk ke wilayah tersebut dan proses pemasangan jaringan dilakukan secara bertahap.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra sebelumnya menegaskan bahwa pemerataan akses listrik menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang belum terjangkau jaringan PLN.

“Target kita pada 2026 seluruh desa di Kabupaten Lamandau sudah teraliri listrik,” ujarnya, kamis 29/10/26.

Perluasan jaringan ini tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah. Bagi masyarakat desa, ketersediaan listrik juga menjadi penunjang aktivitas pendidikan, komunikasi, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi.

Sebelumnya, Pemkab Lamandau juga telah meresmikan pengoperasian listrik di Desa Lubuk Hiju dan Desa Batu Ampar, Kecamatan Menthobi Raya.

Kini, pekerjaan dilanjutkan ke wilayah lain yang masih menunggu masuknya jaringan. Pemerintah daerah bersama PLN mendorong agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan sesuai tahapan dan menjangkau desa-desa yang menjadi prioritas.

Bagi warga di pelosok Lamandau, setiap tiang yang berdiri membawa perubahan sederhana tetapi penting: rumah yang lebih terang, anak-anak yang bisa belajar pada malam hari, serta aktivitas masyarakat yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sumber listrik mandiri.

Target Lamandau Terang 2026 pun kini bukan sekadar angka di atas kertas. Pembangunan jaringan mulai terlihat dari masuknya material hingga berdirinya tiang-tiang listrik di sejumlah desa.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *