WhatsApp Image 2026-01-14 at 18.25.34

Klaten – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026). Pembangunan jembatan tersebut menjadi bentuk kehadiran Polri dalam mendukung mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

Peresmian dipusatkan di Desa Cucukan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Kapolri tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pemecahan kendi berisi air bunga. Dalam falsafah Jawa, ritual tersebut melambangkan terbukanya jalan kehidupan dan tuntasnya pembangunan, sehingga manfaat jembatan dapat mengalir bagi masyarakat.

Sebanyak 19 jembatan yang diresmikan tersebar di sejumlah kabupaten di Jawa Tengah, di antaranya Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen. Salah satu jembatan yang menjadi titik peresmian di Klaten memiliki panjang 30 meter dan saat ini telah digunakan sepenuhnya oleh warga.

Jembatan tersebut dibangun di atas Sungai Dengkeng yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan. Jembatan lama yang dibangun pada 1981 mengalami kerusakan pada 2021 akibat banjir. Pembangunan kembali jembatan dengan panjang 15 meter dan lebar 4 meter memberikan manfaat langsung bagi dua desa, 11 dukuh, serta 890 kepala keluarga. Infrastruktur ini juga mendukung akses pendidikan karena menghubungkan empat sekolah dengan total 371 siswa.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya pada seluruh jajaran Polda Jawa Tengah dan pihak terkait yang telah bekerja keras menyukseskan terselenggaranya acara ini,” kata Kapolri.

Kapolri menegaskan, pembangunan jembatan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam melaksanakan arahan Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan tersebut bertujuan mempermudah mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, pemulihan infrastruktur, serta memperkuat akses antarwilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan fasilitas penunjang.

Selain meresmikan jembatan, Kapolri juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada perwakilan pelajar, warga kurang mampu, serta kelompok tani di sekitar lokasi. Usai peresmian, Kapolri meninjau langsung jembatan untuk memastikan kualitas pembangunan. Kegiatan tersebut turut dihadiri pejabat utama Mabes Polri serta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah.

Secara keseluruhan, Polda Jawa Tengah membangun 63 unit jembatan, terdiri dari 19 unit yang diresmikan, 15 unit dalam proses pembangunan, empat unit tahap persiapan, dan 25 unit dalam tahap survei serta perencanaan.

Sementara itu, secara nasional Polri telah melakukan perbaikan dan pembangunan 178 unit jembatan. Rinciannya, 58 unit selesai dibangun, 32 unit dalam proses pembangunan, enam unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman, dan 82 unit dalam tahap perencanaan. Dari jumlah tersebut, 34 unit berada di wilayah terdampak bencana, dengan 17 unit telah selesai, tiga unit masih dalam proses pembangunan, enam unit jembatan Bailey dalam pengiriman, dan delapan unit dalam tahap perencanaan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *