PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah resmi membuka pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 pada 22–25 Juni 2026. Sebanyak 303 sekolah jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di 13 kabupaten dan satu kota terlibat dalam proses penerimaan peserta didik baru tahun ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, mengatakan pelaksanaan SPMB dilakukan dengan dua skema pendaftaran, yakni online dan offline, menyesuaikan kondisi serta kesiapan sarana pendukung di masing-masing daerah.
Menurutnya, pemetaan telah dilakukan sejak awal untuk memastikan setiap sekolah dapat melaksanakan proses penerimaan sesuai kemampuan infrastruktur yang dimiliki.
“SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi dan kesiapan sekolah di setiap kabupaten dan kota. Oleh karena itu, terdapat sekolah yang melaksanakan pendaftaran secara online dan ada pula yang menggunakan moda offline,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kalteng, sebanyak 82 sekolah menggunakan sistem pendaftaran online yang terdiri dari 56 SMA dan 26 SMK. Sementara itu, 221 sekolah lainnya melaksanakan pendaftaran secara offline, meliputi 128 SMA, 70 SMK, dan 23 SKH.
Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi daerah dengan jumlah sekolah pelaksana terbanyak, masing-masing sebanyak 31 sekolah. Di Kapuas, terdapat 10 sekolah yang menggunakan moda online dan 21 sekolah offline. Sedangkan di Kotawaringin Timur, 11 sekolah menerapkan sistem online dan 20 sekolah offline.
Sementara itu, Kota Palangka Raya menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Tengah yang memiliki jumlah sekolah pendaftaran online lebih banyak dibandingkan offline. Dari total 21 sekolah pelaksana, sebanyak 12 sekolah menggunakan sistem online dan sembilan sekolah menggunakan sistem offline.
Di wilayah lainnya, Kabupaten Murung Raya melibatkan 23 sekolah, Pulang Pisau 24 sekolah, Katingan 27 sekolah, Barito Utara 22 sekolah, Lamandau dan Kotawaringin Barat masing-masing 21 sekolah, Gunung Mas 17 sekolah, Barito Selatan 20 sekolah, Barito Timur 16 sekolah, Seruyan 15 sekolah, serta Sukamara delapan sekolah.
Reza menjelaskan, penerapan dua moda pendaftaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan akses yang lebih luas bagi calon peserta didik sekaligus menyesuaikan kondisi geografis dan ketersediaan jaringan internet di berbagai daerah.
Selain itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah juga melakukan pendampingan dan pengawasan selama proses penerimaan berlangsung guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
“Melalui pelaksanaan SPMB ini, kami ingin memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan jadwal pendaftaran dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh masing-masing sekolah,” kata Reza.
Ia menambahkan, jumlah peserta didik baru pada jenjang pendidikan menengah di Kalimantan Tengah tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 30 ribu siswa. Pemerintah provinsi berharap seluruh proses penerimaan dapat berjalan lancar sehingga kebutuhan layanan pendidikan bagi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
Data Singkat SPMB Kalteng 2026
- Total sekolah pelaksana: 303 sekolah
- Moda online: 82 sekolah (56 SMA, 26 SMK)
- Moda offline: 221 sekolah (128 SMA, 70 SMK, 23 SKH)
- Masa pendaftaran: 22–25 Juni 2026
- Perkiraan peserta didik baru: lebih dari 30.000 siswa.