PALANGKA RAYA – Fenomena kecanduan gawai dan game online pada anak mulai menjadi perhatian di Kota Palangka Raya. DPRD setempat menilai penggunaan teknologi tanpa pengawasan dapat menimbulkan dampak serius terhadap perkembangan generasi muda.
Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mengatakan perkembangan teknologi memang tidak bisa dihindari. Namun, pola penggunaan yang tidak terkontrol berpotensi memengaruhi kesehatan fisik, mental, hingga perilaku sosial anak.
“Teknologi itu tidak bisa dihindari, tapi yang harus dikendalikan adalah cara penggunaannya. Orang tua tidak boleh abai, karena kecanduan gawai dan game online bisa berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Nenie, anak-anak yang terlalu lama terpapar layar gawai berisiko mengalami berbagai masalah, mulai dari menurunnya konsentrasi belajar, gangguan kesehatan mata, hingga perubahan perilaku sosial yang cenderung lebih tertutup dan emosional.
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius keluarga, karena kecanduan gawai tidak hanya berdampak pada prestasi belajar, tetapi juga kesehatan fisik dan mental anak.
“Kalau anak sudah kecanduan, waktu mereka habis di depan layar. Ini bukan hanya soal prestasi belajar, tapi juga kesehatan fisik dan mental anak,” tegasnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya ketegasan orang tua dalam mengatur penggunaan gawai di lingkungan keluarga. Pembatasan waktu bermain game online serta pendampingan saat anak menggunakan teknologi dinilai perlu diterapkan sejak dini.
Nenie juga mendorong orang tua untuk mengajak anak terlibat dalam aktivitas positif di luar penggunaan gawai, sekaligus membangun komunikasi yang baik agar anak tidak menjadikan perangkat digital sebagai pelarian.
“Orang tua harus berani tegas. Batasi waktu bermain, ajak anak beraktivitas positif, dan bangun komunikasi yang baik agar anak tidak mencari pelarian ke gawai,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa orang tua juga perlu menjadi contoh dalam penggunaan teknologi. Sikap dan kebiasaan orang tua dinilai sangat memengaruhi perilaku anak dalam memanfaatkan perangkat digital.
“Anak itu meniru. Kalau orang tuanya terus memegang handphone, jangan heran kalau anak melakukan hal yang sama. Maka orang tua harus hadir sebagai teladan,” pungkasnya.