NIF_5798


PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya berlangsung tanpa aksi demonstrasi, dengan format kegiatan yang lebih menonjolkan kebersamaan antara pekerja, pemerintah, dan unsur terkait lainnya.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, hadir langsung dalam kegiatan yang digelar Forum Silaturahmi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kalteng. Dalam sambutannya, ia menempatkan Hari Buruh sebagai momentum untuk melihat kembali posisi pekerja dalam struktur pembangunan daerah.

“Peringatan Hari Buruh bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk menghargai kontribusi pekerja sebagai tulang punggung pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang stabil di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Menurutnya, komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah perlu diperkuat agar tidak memunculkan gesekan yang berdampak pada produktivitas.

“Saya mengajak seluruh pihak memperkuat komunikasi dan sinergi guna mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan posisi pemerintah daerah yang tidak hanya berperan sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga sebagai pihak yang menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan dunia usaha.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi sebagai fasilitator dan pelindung bagi pekerja serta dunia usaha,” tegasnya.

Di sisi lain, Koordinator Forum Silaturahmi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Kalteng, Adi Abdian Noor, menyebut peringatan May Day tahun ini sengaja diarahkan pada kegiatan yang lebih kondusif.

“Pada May Day tahun ini, kami memilih merayakannya dalam suasana syukuran dan kebersamaan tanpa aksi demonstrasi di jalan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pilihan tersebut juga menjadi bentuk sikap pekerja dalam menjaga stabilitas daerah di tengah pelaksanaan berbagai program pembangunan.

“Kami berkomitmen menjaga kedamaian, ketertiban, dan kondusivitas serta mendukung pelaksanaan program pembangunan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Bush Valentino, menjelaskan bahwa tema May Day tahun ini mengangkat isu ketenagakerjaan dalam situasi global yang tidak menentu.

“Peringatan May Day tahun ini mengusung tema ketenagakerjaan di tengah krisis global sebagai refleksi atas berbagai tantangan dunia kerja,” jelasnya.

Menurutnya, peringatan ini tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga ruang konsolidasi antarpekerja untuk memperkuat solidaritas dan mendorong peningkatan kesejahteraan.

Rangkaian kegiatan turut diisi dengan pemotongan tumpeng dan aktivitas bersama yang melibatkan pekerja, pemerintah daerah, serta unsur Forkopimda. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pola peringatan May Day di Kalimantan Tengah yang cenderung mengedepankan pendekatan kolaboratif dibandingkan mobilisasi massa di jalan.(red/poto:HAirul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *