PALANGKA RAYA – DPRD Kota Palangka Raya meminta pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan memastikan keakuratan data kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tercatat di wilayah tersebut. Langkah verifikasi dinilai penting agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengatakan berdasarkan laporan Dinas Kesehatan setempat, saat ini tercatat sebanyak 16 kasus DBD di Kota Palangka Raya. Namun, data tersebut menurutnya perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan sumber dan lokasi penularannya.
“Informasi dari Dinas Kesehatan sudah ada 16 kasus. Nah, data ini harus benar-benar ditelusuri dan dipastikan,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Legislator dari Partai Golkar itu menilai penting bagi pemerintah untuk memastikan apakah kasus yang tercatat benar berasal dari warga Kota Palangka Raya atau merupakan pasien dari luar daerah yang baru menunjukkan gejala saat berada di kota tersebut.
“Makanya perlu dicek dulu kebenarannya. Kasus itu muncul dari mana? Bisa saja orang dari luar masuk ke sini dalam kondisi sudah terjangkit,” katanya.
Hasan menambahkan, apabila kasus tersebut terbukti berasal dari warga setempat, maka Dinas Kesehatan perlu segera mengambil langkah penanganan yang cepat dan terukur. Termasuk melakukan tindakan pencegahan di wilayah yang terdeteksi sebagai lokasi penularan.
Menurutnya, meskipun DBD merupakan penyakit endemik yang hampir setiap tahun muncul, pemerintah daerah tetap harus memberikan perhatian serius agar angka kasus dapat ditekan.
“DBD memang sudah endemik, tapi bukan berarti kita abai. Pemerintah harus terus menaruh perhatian untuk menekan kasusnya setiap tahun,” tegasnya.
Selain upaya pemerintah, Hasan juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD. Ia mengajak warga untuk lebih peduli menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
“Tidak harus selalu menunggu tindakan dari pemerintah. Masyarakat diharapkan punya kesadaran sendiri, mulai dari menjaga kebersihan rumah, lingkungan sekitar, sampai aktif kerja bakti,” pungkasnya.