Palangka Raya – Pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H, denyut kehidupan kembali berjalan seperti biasa. Namun di sudut Jalan Anoi, Arut Bawah, ada cerita yang jarang masuk radar perhatian publik. Di antara tumpukan kardus, botol plastik, dan besi tua, Anggota DPD RI dapil Kalteng Siti Aseanti memilih hadir bukan sekadar lewat, tapi berhenti dan menyapa.
Kamis (26/3/2026), perempuan yang akrab disapa Bidan Sean itu menggelar kegiatan sosial berbagi bersama para pengepul barang bekas. Bukan panggung besar, bukan pula seremoni formal. Suasananya sederhana, bahkan cenderung sunyi hanya obrolan ringan yang mengalir di sela aktivitas memilah barang.
Ia mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pasca Lebaran, melainkan upaya untuk melihat langsung denyut kehidupan masyarakat yang kerap luput dari perhatian. “Mereka ini bagian penting dari rantai ekonomi, tapi sering tidak terlihat. Kita ingin hadir, bukan hanya membawa bantuan, tapi juga mendengar,” ujarnya.
Lebih dari sekadar berbagi, Siti Aseanti menegaskan bahwa ruang seperti ini justru menjadi tempat paling jujur untuk menyerap aspirasi. Ia berharap, kehadiran negara tidak hanya terasa saat momentum besar, tetapi juga menyentuh kelompok-kelompok kecil yang berjuang di sektor informal.

Dalam kegiatan tersebut, Bidan Sean juga meluangkan waktu untuk berdialog dengan warga sekitar. Cerita tentang harga barang bekas yang fluktuatif, biaya hidup yang terus naik, hingga akses layanan dasar mengemuka tanpa sekat. Ia mendengarkan tanpa podium, tanpa jarak.
Barangkali, di tengah gegap gempita pembangunan, suara-suara dari pinggir seperti ini memang mudah terlewat. Tapi hari itu, di Jalan Anoi, setidaknya ada satu hal yang terasa berbeda, mereka didatangi, didengar, dan untuk sesaat dianggap penting.(Red)