186f5828-1260-414d-95c3-c17b1d574f58-1779746407388

MAKKAH – Kabar duka kembali datang dari tanah suci. Seorang jemaah haji reguler asal Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, bernama Maniah Abdullah Ibai (64), dilaporkan wafat di tenda Arafah, Arab Saudi, pada Selasa (26/5/2026) pukul 13.25 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dengan demikian, hingga saat ini tercatat sudah ada dua jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Tengah yang dinyatakan wafat di Arab Saudi selama musim haji 1447 H / 2026 M.

Ketua Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 05, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa sebelum memasuki puncak haji, almarhumah sempat menjalani perawatan intensif selama lima hari di Rumah Sakit An-Nur karena didiagnosis mengidap pneumonia. Ia kemudian diperbolehkan keluar dari rumah sakit pada Sabtu (23/5/2026) malam.

“Berdasarkan hasil observasi dan penanganan medis, kondisi almarhumah dinyatakan membaik sehingga diperbolehkan kembali untuk mengikuti rangkaian ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina),” ujar Slamet.

Namun, setelah berada di dalam tenda Arafah selama kurang lebih dua jam untuk bersiap melaksanakan ibadah wukuf, kondisi Maniah kembali memburuk. Berdasarkan informasi dari dokter Kloter 5, dr. Tania, pasien mengeluhkan sesak napas, pusing, serta lemas. Tim medis sempat memberikan bantuan darurat, tetapi nyawa jemaah tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 13.25 WAS.

“Pada pukul 17.40 WAS tadi, jenazah telah dibawa dan ditangani oleh pihak syarikah sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tambah Slamet. Pihak Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kotawaringin Barat juga telah menyampaikan berita duka ini secara resmi kepada pihak keluarga di Tanah Air.

Mendengar kabar tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan Tengah, Hasan Basri, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya jemaah asal Kotawaringin Barat tersebut.

“Semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima oleh Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan,” ungkap Hasan Basri.

Sebelumnya, jemaah pertama asal Kalteng yang wafat adalah M. Darmawan bin M. Ali (66). Jemaah reguler Kloter BDJ 6 asal Kabupaten Seruyan ini mengembuskan napas terakhirnya di RS Al Noor Makkah pada Kamis (14/5/2026) pukul 18.48 WAS, dan telah dimakamkan di Pemakaman Saraya, Makkah.

Saat ini, bertepatan dengan 9 Zulhijah, seluruh jemaah haji tengah berada di Tenda Arafah untuk melaksanakan inti ibadah haji, yaitu wukuf. Setelah waktu maghrib WAS, jemaah akan mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah.

Untuk mengantisipasi kelelahan ekstrem dan dehidrasi, pemerintah menerapkan skema murur bagi jemaah risiko tinggi (risti), lanjut usia, dan penyandang disabilitas, beserta para pendampingnya.

Murur merupakan sistem pergerakan jemaah dari Arafah menuju Mina dengan cara melintas di Muzdalifah menggunakan bus, tanpa harus turun atau bermalam (mabit). Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan dan prioritas keselamatan bagi jemaah risti, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *