WhatsApp Image 2026-04-11 at 13.19.54


Palangka Raya — Universitas Palangka Raya kembali meluluskan ratusan sarjana dalam Wisuda Periode Maret 2026. Sebanyak 765 wisudawan dari delapan fakultas dan Program Pascasarjana resmi menyandang gelar akademik, menandai berakhirnya fase pendidikan sekaligus awal persaingan baru di dunia kerja yang semakin tidak pasti.

Namun, seremoni kelulusan kali ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan. Rektor UPR secara terbuka mengingatkan bahwa para lulusan akan menghadapi lanskap global yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya. Dinamika geopolitik, perubahan kebutuhan industri, hingga laju perkembangan teknologi disebut telah menggeser standar kompetensi secara signifikan.

Sorotan utama diarahkan pada pesatnya perkembangan Artificial Intelligence yang dinilai sebagai kekuatan paling transformatif saat ini. Teknologi tersebut bukan hanya mengubah pola kerja, tetapi juga cara manusia berpikir, belajar, hingga mengambil keputusan. Dalam konteks ini, pekerjaan-pekerjaan rutin diprediksi akan semakin tergerus otomatisasi.

“Lulusan tidak boleh berada di posisi yang tergantikan, tetapi harus menjadi pengendali teknologi,” tegas Rektor dalam sambutannya.

Di sisi lain, peluang baru juga terbuka lebar. Profesi masa depan disebut akan lebih menuntut kreativitas, empati, dan kemampuan analisis yang tidak mudah digantikan mesin. Karena itu, kemampuan adaptasi menjadi kunci utama untuk bertahan.

Rektor juga menekankan pentingnya literasi digital dan etika dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, kemampuan berkolaborasi dengan sistem cerdas akan menjadi pembeda di tengah kompetisi global yang semakin ketat. “Masa depan bukan milik yang paling kuat, tetapi yang paling adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Prosesi wisuda ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Tengah, pimpinan perguruan tinggi swasta, serta Ketua Ikatan Alumni UPR. Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperlihatkan bahwa tantangan lulusan tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga ekosistem yang lebih luas.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *