WhatsApp Image 2026-04-12 at 22.37.13

Palangka Raya — Di saat banyak organisasi olahraga masih sibuk merapikan struktur di atas kertas, ORADO Kalimantan Tengah justru memilih jalur cepat: langsung kerja, langsung uji. Kepengurusan baru belum benar-benar “panas”, namun pedal sudah ditekan dalam-dalam dengan menggabungkan pelantikan, rapat kerja, dan kejuaraan dalam satu rangkaian agenda padat.

Ini bukan sekadar seremoni berlapis, melainkan sinyal tegas bahwa domino sedang didorong keluar dari stigma lama dari permainan santai menuju arena prestasi. Tidak ada ruang jeda untuk adaptasi. Begitu dilantik, pengurus langsung diuji, mampu atau tidak menyatukan visi, membangun sistem, sekaligus membuktikan hasil di lapangan.

Ketua Pengprov, Rusdi, terlihat memilih pendekatan “turun tangan” ketimbang normatif. Konsolidasi lintas bidang dilakukan secara langsung, memastikan setiap individu memahami peran, bukan sekadar memegang jabatan. Strategi ini menegaskan satu hal: ORADO tidak ingin gemuk di struktur, tetapi kurus di prestasi.

Yang menarik, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) tidak ditempatkan sebagai agenda terpisah, melainkan bagian dari satu paket besar. Artinya, perencanaan dan eksekusi dipaksa berjalan simultan. Di satu sisi, ini berisiko karena organisasi belum sepenuhnya matang. Namun di sisi lain, ini menjadi cara cepat menguji apakah sistem benar-benar hidup atau hanya sekadar jargon.

Format dua kategori junior dan senior juga bukan sekadar pembagian teknis. Ini merupakan upaya membangun rantai regenerasi sejak awal, bukan menunggu krisis atlet. Pendekatan ini sejalan dengan langkah di tingkat kabupaten/kota yang sebelumnya telah menjaring bibit untuk menuju Kejurprov.

Sebagai bagian dari gebrakan awal, ORADO Kalimantan Tengah akan menggelar pelantikan sekaligus Kejurprov domino pada 13 hingga 14 April 2026 di Duta Mall Palangka Raya. Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh John LBF serta komedian Marshel Widianto, yang dipastikan menambah daya tarik dan gaung acara.

Di titik ini, ORADO Kalteng sedang memainkan dua misi sekaligus: membangun organisasi dan mengubah persepsi publik. Domino ingin naik kelas dari sekadar hiburan menjadi olahraga prestasi yang terstruktur.

Namun, tantangan sesungguhnya bukan pada event April ini, melainkan konsistensi setelah euforia selesai. Karena pada akhirnya, yang diuji bukan seberapa cepat mereka “tancap gas”, tetapi seberapa jauh mereka mampu bertahan di kecepatan itu.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *