IMG-20260412-WA0327

Katingan – Reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Dartland Atjeh, di Yayasan Kerukunan Umat Permata, Petak Bahandang, Kabupaten Katingan, Minggu (12/4/2026), membuka fakta yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata, dunia pendidikan di pelosok masih berjuang dengan keterbatasan serius.

Sorotan utama datang dari SMA 1 Petak Bahandang. Di tengah tuntutan digitalisasi pendidikan, sekolah ini justru kekurangan perangkat dasar. Laboratorium komputer memang sudah berdiri, namun isinya jauh dari cukup. “Kami membutuhkan sekitar 20 unit komputer atau laptop untuk mendukung ujian dan kegiatan siswa,” ungkap Yatro, salah satu guru.

Tak hanya itu, akses menuju sekolah pun masih memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih 105 meter belum disemen, dengan lebar bervariasi antara 3 hingga 4 meter. Kondisi ini dinilai menghambat aktivitas siswa dan tenaga pengajar, terutama saat cuaca buruk.

Di tengah kondisi tersebut, warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan di perkotaan, tetapi juga memberi perhatian serius pada fasilitas pendidikan di wilayah pedesaan.

Meski berbagai aspirasi lain turut mengemuka mulai dari kebutuhan alat pemadam kebakaran, seragam kegiatan keagamaan, hingga pembangunan tempat ibadah namun persoalan pendidikan menjadi isu paling mendesak yang mencuat dalam reses kali ini.

Pertemuan itu menegaskan satu hal: tanpa dukungan fasilitas yang memadai, mimpi generasi muda di Petak Bahandang berisiko tertinggal jauh. Kini, harapan warga bertumpu pada seberapa cepat aspirasi tersebut bertransformasi menjadi kebijakan nyata.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *