63d5c624-ec44-4317-9536-3893a47f2c39


PALANGKA RAYA — Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok, bantuan pangan kembali menjadi penopang penting bagi ratusan warga di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sabangau. Pemerintah Kota Palangka Raya menyalurkan lebih dari 9 ton beras dan 1.860 liter minyak goreng untuk 465 penerima manfaat—angka yang menunjukkan skala intervensi yang tidak kecil.

Program ini bukan sekadar distribusi logistik, tetapi bagian dari upaya meredam beban pengeluaran rumah tangga berpenghasilan rendah. Kolaborasi dengan Bulog Kalteng mempertegas bahwa stabilitas pangan masih menjadi isu strategis yang harus dijaga bersama, terutama di wilayah yang akses ekonominya belum sepenuhnya kuat.

Di lapangan, proses penyaluran dikawal agar tidak sekadar cepat, tetapi juga tepat sasaran. Lurah Kalampangan, Yunita Martina, memastikan distribusi berjalan tertib, dengan data penerima yang telah diverifikasi sebelumnya. Ini penting, mengingat bantuan sosial kerap menjadi sorotan ketika akurasi data dipertanyakan.

“Penyaluran ini kami kawal langsung agar benar-benar tepat sasaran. Data penerima sudah melalui proses verifikasi, sehingga bantuan bisa diterima oleh warga yang memang membutuhkan,” ujar Yunita, Senin (13/4/2026).

Bagi warga, bantuan ini bukan hanya soal angka tonase beras atau liter minyak goreng. Ia menjadi napas tambahan di tengah kondisi ekonomi yang menuntut pengeluaran semakin ketat. Terlebih bagi keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor informal, fluktuasi harga bahan pokok bisa langsung terasa dalam keseharian.

“Bantuan ini sangat membantu, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Setidaknya bisa mengurangi pengeluaran kami untuk sementara waktu,” ungkap salah satu warga penerima manfaat.

Yunita menyebut bantuan ini sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Harapannya sederhana namun krusial: kebutuhan dasar terpenuhi, aktivitas tetap berjalan, dan tekanan ekonomi bisa sedikit mereda.

“Kami berharap bantuan dari pemerintah ini benar-benar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat, sehingga kebutuhan pokok mereka tetap terpenuhi,” tambahnya.

Namun di balik itu, penyaluran ini juga mengingatkan bahwa ketahanan pangan masyarakat masih membutuhkan intervensi berkelanjutan. Bantuan memang penting, tetapi keberlanjutan akses dan daya beli tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *