IMG-20260331-WA0046


PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan pelaksanaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 tetap berlangsung sesuai jadwal pada 17–22 Mei, meskipun terdapat sejumlah penyesuaian teknis pada beberapa rangkaian kegiatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Seniriaty, menyampaikan bahwa festival tetap menjadi prioritas daerah karena telah masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara. Status tersebut membuat pelaksanaan FBIM tidak hanya menjadi kegiatan rutin daerah, tetapi juga bagian dari promosi pariwisata nasional.

“Untuk kegiatan Festival Budaya Isen Mulang tahun ini, sesuai arahan pimpinan, tetap dilaksanakan sesuai agenda kita. Karena sudah masuk dalam Karisma Event Nusantara, jadi tanggal 17 sampai 22 tetap berjalan,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada pengurangan jumlah kegiatan dalam festival tahun ini. Pemerintah hanya melakukan penyesuaian agar pelaksanaan lebih efektif. Sebanyak 12 event utama tetap akan dilombakan, disertai sejumlah kegiatan pendukung yang dirancang untuk menjaga atmosfer festival.

“Bukan dikurangi, tapi kita sesuaikan. Ada 12 event yang akan diperlombakan, dan juga ada event lain yang justru menambah kemeriahan. Jadi tidak mengurangi esensi dari Festival Budaya Isen Mulang itu sendiri,” jelasnya.

Sejumlah agenda ikonik tetap dipertahankan, termasuk karnaval budaya yang menjadi identitas utama FBIM. Namun, kegiatan perahu hias dipastikan tidak masuk dalam rangkaian tahun ini karena pertimbangan teknis yang belum memungkinkan untuk dilaksanakan.

“Kalau karnaval budaya itu pasti tetap ada, karena itu menjadi ciri khas kita. Tapi untuk perahu hias, tahun ini belum bisa dilaksanakan karena pertimbangan teknis,” ungkapnya.

Di sisi lain, susunan lengkap kegiatan masih dalam tahap finalisasi dan akan segera diumumkan kepada publik. Pemerintah daerah menyebut proses pematangan masih terus dilakukan agar pelaksanaan berjalan optimal.

“Nanti secara resmi akan kita sampaikan. Sekarang masih dalam tahap pematangan, mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa kita informasikan,” katanya.

Partisipasi daerah juga disebut tetap tinggi. Seluruh 14 kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dipastikan ambil bagian dalam festival, menunjukkan bahwa FBIM masih menjadi ruang representasi budaya sekaligus ajang kompetisi antar daerah.

“Untuk kabupaten dan kota, mereka sangat antusias. Semua, 14 kabupaten/kota, akan berpartisipasi dalam Festival Budaya Isen Mulang tahun ini,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, pelaksanaan FBIM 2026 diarahkan tetap berjalan optimal dalam kerangka efisiensi, tanpa mengubah fungsi utamanya sebagai wadah pelestarian budaya dan penggerak sektor pariwisata daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *