PALANGKA RAYA – Laju ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah pada triwulan I 2026 menunjukkan arah yang berlawanan antara capaian tahunan dan kondisi jangka pendek. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan sebesar 3,79 persen secara year-on-year (y-on-y), namun mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 7,46 persen dibanding triwulan IV 2025 (q-to-q).
Plt Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami, menyebut nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp61,0 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 tercatat Rp30,8 triliun.
Struktur ekonomi daerah masih bertumpu pada sektor primer. Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 23 persen. Posisi berikutnya diisi industri pengolahan (16,53 persen), perdagangan besar dan eceran (12,83 persen), serta pertambangan dan penggalian (10,49 persen). Keempat sektor ini membentuk 62,85 persen total ekonomi daerah.
Dari sisi pengeluaran, dominasi ekspor masih terlihat dengan kontribusi 56,79 persen, diikuti konsumsi rumah tangga sebesar 38,48 persen dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 34,71 persen. Konsumsi pemerintah berada di angka 10,38 persen.
Secara sektoral, terdapat pergerakan yang tidak seragam. Produksi padi melonjak signifikan secara triwulanan hingga 212,28 persen, sementara produksi kelapa sawit justru mengalami penurunan baik secara q-to-q maupun y-on-y. Faktor cuaca dan dampak pascabanjir disebut memengaruhi kinerja komoditas tersebut.
Di sektor pertambangan, batu bara menunjukkan pola serupa—melemah secara triwulanan tetapi tumbuh secara tahunan. Sebaliknya, produksi bauksit mengalami penurunan tajam akibat keterlambatan penerbitan dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
Aktivitas konsumsi rumah tangga tercatat meningkat, didorong momentum hari besar keagamaan seperti Idulfitri, serta pencairan tunjangan hari raya (THR). Di sisi lain, realisasi investasi tumbuh 27,25 persen secara triwulanan meskipun masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya.
Dalam konteks regional, Kalimantan Tengah menyumbang 12,39 persen terhadap perekonomian Pulau Kalimantan dan menempati posisi keempat. Kontribusi terbesar masih didominasi oleh Kalimantan Timur dengan porsi 46,48 persen.
Data ini mencerminkan adanya tekanan jangka pendek di tengah pertumbuhan tahunan yang tetap terjaga, dengan dinamika sektoral yang menjadi faktor pembeda utama dalam kinerja ekonomi awal tahun 2026.