Palangka Raya – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Sudarsono memastikan kebutuhan tenaga pendidik di Kalteng masih akan terus bertambah dan rekrutmen guru ASN maupun PPPK tidak akan berhenti. Pernyataan itu disampaikan menyusul munculnya isu penghentian sementara penerimaan tenaga pendidik yang sempat menjadi perhatian para guru honorer.
Menurut Sudarsono, profesi guru memiliki posisi berbeda dibanding pegawai pada sektor lain karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendidikan. Selama sekolah terus bertambah dan jumlah siswa meningkat, kebutuhan tenaga pengajar dinilai tetap tinggi di berbagai daerah di Kalimantan Tengah.
“Seiring pertumbuhan sekolah dan jumlah murid, kebutuhan tenaga pendidik pasti terus meningkat,” ujarnya, Senin (12/5/2026).
Dia menilai pemerintah tetap harus menjaga keberadaan tenaga pendidik, termasuk membuka peluang pengangkatan guru honorer menjadi ASN maupun PPPK sesuai kebutuhan daerah. Sudarsono juga menegaskan jumlah guru di Kalteng tidak akan mengalami pengurangan dalam jangka panjang.
“Saya pastikan jumlah guru tidak akan pernah berkurang, justru terus bertambah. Selama masih ada sekolah dan murid baru, eksistensi guru wajib dijaga pemerintah,” katanya.
Terkait adanya pernyataan mengenai penghentian sementara penerimaan guru, Sudarsono meminta tenaga honorer tidak kehilangan harapan. Dia meyakini pemerintah nantinya akan menyesuaikan kebijakan berdasarkan kondisi dan kebutuhan pendidikan di lapangan.
“Kalau sekarang ada statement belum menerima lagi, saya yakin nanti menjelang 2027 akan ada kebijakan baru. Profesi guru ini tidak mungkin disamakan dengan pegawai biasa,” ucapnya.
Dia juga menyebut pembangunan sekolah baru di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang membuat kebutuhan tenaga pendidik terus meningkat. Aspirasi masyarakat terkait penambahan SMA dan SMK di wilayah desa, menurutnya, juga semakin banyak disampaikan kepada pemerintah.
“Sekolah pasti terus bertambah. Kalau sekolah bertambah, otomatis kebutuhan guru juga bertambah. Kebijakan soal guru nantinya pasti menyesuaikan keadaan,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Sudarsono menegaskan optimisme bahwa proses pengangkatan tenaga pendidik honorer menjadi ASN maupun PPPK tetap akan berjalan pada masa mendatang.
“Saya optimistis tidak akan pernah ada pengurangan guru. Pengangkatan ASN guru, baik PPPK tenaga pendidik maupun kependidikan, akan terus berjalan,” pungkasnya.